Birds of a Feather Flock Together

Ollo!

Awal Februari 2020 ini bisa dibilang aku memecahkan salah satu rekor ga penting dalam hidup: menonton film DC/Marvel di hari pertama penayangan! Hahahahahahahaha. Biasanya aku nonton di hari kedua atau ketiga, atau justru ketika film sudah akan turun dari bioskop-bioskop kesayanganku. Walaupun ada juga yang akhirnya nonton di TV atau streaming. Beberapa malah belum nonton sama sekali. :p

Apa yang bikin aku nonton Birds of Prey (and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn) tepat di tanggal 5 Februari? Kebetulan aja saat itu ketemu teman, sama-sama ingin nonton itu, dan pas dicek via aplikasi ternyata masih sepiiiii banget penontonnya di Bogor. :))
"Terlalu banyak patah hati dalam satu film."
Itu kesimpulanku ketika credit mulai muncul di layar. Seperti yang sinopsis dan yang tertuang dalam ulasan film DC pertama yang disutradarai wanita (bravo Cathy Yan!) ini, cerita BoP dimulai dari kehidupan Harley Quinn (Margot Robbie) pasca putus dengan Joker. Yup! Film ini diawali dengan kisah patah hati Quinn yang membuat para penjahat di Gotham senang karena akhirnya bisa (mencoba) balas dendam ke mantannya Joker ini.

Terbiasa aman dari gangguan walaupun bertindak sesuka hati seperti kera sakti, Quinn pusing juga ketika jadi incaran para kriminal di Gotham, termasuk Roman Sionis a.k.a Black Mask (Ewan McGregor) dan tangan kanannya, Victor Zsasz (Chris Messina). Kalau dark side of Gotham ingin Quinn mati, detektif Renee Montoya (Rosie Perez) ingin menangkap Quinn atas tindak kriminal yang banyak banget, apalagi ketika Quinn 'dapat tugas' dari Sionis mengambil berlian Bertinelli yang dicuri Cassandra Cain (Ella Jay Basco). Dodolnya, Cass ini malah menelan berliannya! Mau ga mau Quinn harus bawa Cass agar bisa menuntaskan tugasnya.

Cass ini jadi tokoh yang dipedulikan Dinah Lance a.k.a Black Canary (Jumee Smollett-Bell). Ikatan emosional sebagai tetangga membuat Lance ingin melindungi Cass. Masalahnya, Lance bekerja pada Sionis dan agak peduli pada Quinn karena senasib sepenanggungan. Untuk menolong Cass, Lance bekerja sama dengan Montoya yang tidak mendapatkan kredit atas kerjanya di lingkungan patriarki, padahal kemampuan visualisasinya berhasil memecahkan kasus pembunuhan oleh Crossbow Killer a.k.a Huntress (Mary Elizabeth Winstead) walaupun ga tertangkap sih... Huntress ini sebenarnya ga ada dendam dengan Quinn atau Cass. Dia hanya seseorang yang patah hati dan ingin membalaskan luka masa lalunya ke orang-orang tertentu.

Seperti kesimpulan yang aku bilang, di film ini banyak patah hati. Ga hanya tentang putus cinta, tapi, pengkhianatan. Tentang luka. Kepercayaan yang terbangun antara satu karakter dengan karakter lainnya hancur karena kepentingan pribadi. Well... They're human after all. Buatku sendiri cukup terasa sedihnya, but life must go on. So just put a smile and hit the road! Efeknya memang jadi lebih sulit membuka diri untuk orang lain sampai IDGAF attitude, but that's just the consequences. Hal ini sungguh terefleksi dengan baik di karakter Harley Quinn.

Film yang menjadi spin-off dari Suicide Squad ini katanya mengusung tema emansipasi wanita. Ingin membuktikan wanita dalam kehidupan sehari-hari sama kuatnya dengan pria kok. Selain ditunjukkan dalam cerita, pesan ini terlihat juga dari Cathy Yan sebagai sutradara, Christina Hodson sebagai penulis, dan Margot Robbie sebagai salah satu produser. Tentu masih banyak wanita lain di balik film ini (you rock!), tapi, tak cukup kalau aku sebutkan satu-satu. :')

Walaupun banyak interaksi yang bikin aku agak sedih dan kecewa, menurutku Birds of Prey salah satu film entertaining di 2020 ini. Untuk film DC atau anti-hero movie BoP ini biasa aja, tapi, menarik untuk ditonton dan menghibur. Lunatic dan polosnya Quinn serta interaksi dengan Black Canary, Huntress, Montoya, dan Cass bisa bikin kita ketawa kok kalau ketika kita menonton ga pakai kacamata atau beban ini-film-DC-harus-DC-banget. Aku merekomendasikan film ini untuk ditonton, apalagi kalau butuh hiburan ringan.
Ingat, ratingnya R atau 17+, bukan film anak kecil!
FYI, don't expect for normal post-credit scene! :)))))

Salam,
M

Komentar

Postingan Populer