Petualangan Tilang


Ollo!

Salah satu Minggu di Ramadan kemarin, Mr Robot dan Miss Alien memutuskan untuk "ngabuburit yang sangat kepagian" di Puncak. Kenapa disebut "ngabuburit yang sangat kepagian"? Karena...
Mana ada yang ngabuburit dari jam 8 pagi? -____-
Kami lagi iseng aja sebenarnya, yaa siapa tau bisa jadi trendsetter ngabuburit dari waktu dhuha. Ternyata semesta tidak mendukung kedua makhluk kurang kerjaan ini untuk mengeksekusi rencana iseng-iseng berhadiahnya.

Mr Robot mau ga mau memarkirkan motornya di pinggir jalan setelah dihentikan oleh Pak Polisi yang sedang bekerja supaya perjalanan pengendara lebih bisa dipertanggungjawabkan (baca: operasi). Sebagai warga negara dan pengendara yang baik, Mr Robot ngobrol sama Pak Polisi. Aku? Jaga motor sambil nguping mengamati pengendara motor lain yang sedang "berdebat" dengan Mas Polisi (terlihat lebih muda dibanding PakPol yang ngobrol sama Mr Robot). Seru lho! Pak Pelanggar itu ngeyel dan motong omongan MasPol terus.

Sayangnya urusan Mr Robot selesai tepat ketika MasPol yang awalnya lembut dan sabar menaikan nada suaranya. Aku yang baru dengar sebentar aja sebal sama bapak-bapak itu, gimana MasPol?! Teman-teman MasPol sampai nyamperin mereka karena suasana yang tadinya adem seperti aku ketika melihat senyum kamu tiba-tiba berubah jadi perasaan kamu kalau aku bahas mantan. Panas.
Mr Robot datang bawa "surat cinta" berwarna biru muda dari PakPol. Surat cinta paling tidak romantis sealam semesta yang oleh manusia disebut surat tilang. Duh, sayangnya kami ga sempat foto buktinya. >.<
Surat tilang (sumber: Kaskus)
Di surat tilang itu seharusnya kami (ciiieee kamiii) datang ke Pengadilan Negeri kelas I Cibinong tanggal 14 Juni 2019. Kenapa seharusnya? Ini akan aku bahas di bawah. Mr Robot kena pasal mainstream di UU LLAJ No. 22 Tahun 2009: 281.
Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.
Sempat bikin lumayan kepikiran sih hukumannya ini. Sejuta bisa buat berapa bungkus nasi padang cobaaa?! Selang beberapa hari, Mr Robot dapat SMS dari E-TILANG. Canggih ya sistem sekarang. Setidaknya ada perkembangan. Aku bangga dengan Indonesia. :')
SMS e-Tilang
Daripada urusan pertilangan ini makin ribet karena lupa bayar denda atau malah kenapa-kenapa nantinya, Mr Robot segera transfer nominal yang ditetapkan via BRIVA. Alhamdulillah dendanya masih manusiawi. :3
Bukti pembayaran
Udah selesai urusan pertilangannya? Hohoho, tidak semudah itu, Esmeralda! STNK kendaraan masih ditahan oleh pihak yang berwajib, makanya tetap perlu datang di tanggal yang telah ditentukan di surat tilang. Setiap ditilang, pasti akan ada yang ditahan, entah STNK atau SIM. Kalau ga bawa dua-duanya ya motornya yang diangkut. Berhubung Mr Robot ga bawa SIM saat itu, STNK yang jadi jaminan.

Petualangan kami berlanjut di Jumat, 14 Juni 2019 pagi. Setelah Mr Robot jemput aku pagi-pagi di rumah dari Depok, kami meluncur ke Cibinong. Depok-Bogor-Cibinong. Rute yang sungguh membuang bensin, waktu, dan energi.

Tujuan utama kami saat itu adalah Pengadilan Negeri kelas I Cibinong. Kami sampai di sana sekitar jam 8 lewat. Sesuai rencana. Baru masuk gerbang, kami ditanya oleh petugasnya mau ke mana. Kami bilang mau urus tilang.
"Urus tilang langsung aja ke kejaksaan, di samping polres." -Pak Petugas di PN
Setelah berterima kasih laiknya manusia yang beradab, kami putar balik ke kejaksaan dan parkir di lapangan yang perlu melewati turunan pendek, tapi, agak curam. Cukup curam sampai bikin motor Mr Robot kesulitan naik ketika kami pulang sampai diketawain petugas parkir dan orang-orang yang lagi nongkrong di sekitar situ. Bukan karena aku gendut ya!!! BTW, parkir di bawah pohon aja biar motor ga kepanasan dan kalau bisa ga usah bawa mobil, parkirannya ga asyik di sekitar sini.

Antrean
Wiiih... Jam setengah 9 aja sudah seramai ini! Di sana ada tulisan besar dan jelas LOKET TILANG, tapi, kami ambil nomor pemanggilan (bukan nomor antrean ya!) di bangunan sebelahnya yang agak terbuka dan seperti kantin. Memang ga ada tanda ambil nomor di situ, adanya orang yang teriak-teriak kasih tahu untuk ambil nomor di situ. Kami dikasih dua nomor, satu untuk kami pegang dan satu lagi untuk diberikan ke petugas tilang.

Tak begitu lama kemudian, Pak Petugas kasih pengumuman bahwa barang bukti a.k.a STNK dan SIM baru akan dilimpahkan oleh pengadilan dan polres sekitar jam 9 dan itupun belum tentu ada yang milik kita! Jadi, kalau ternyata STNK atau SIM kita masih ada di polres, yaaa kita ambilnya ke sana. Kalau kamu kenal Mr Robot dan Miss Alien, kamu pasti tahu betapa bencinya kami dipingpong ga jelas seperti ini. Sedikit kesalnya juga karena Pak Petugas-nya hanya menyebut "bapak-bapak yang memegang nomor", sementara yang pegang nomor dan yang antre ga hanya laki-laki, ada beberapa perempuan juga, termasuk aku yang saat itu memang pegang nomor. Pfffttt.
Loket Tilang
Kami duduk manis nunggu panggilan sambil ngobrol dan makan gorengan karena belum sarapan. Sesekali nyimak nomor terpanggil yang ternyata berkas-berkasnya belum sampai di kejaksaan. Sok-sok santai, tapi, deg-degan gitu jadinya... Hingga nomor 113 dipanggil sekitar pukul setengah 11 siang dan... TADAAA!!! STNK kembali berada di pelukan tangan. :')


Yang ditilang siapa... Yang seneng siapa... :3

Sebagai pengendara, aku ga pernah dan ga mau ditilang. Sebagai penumpang, kedua kalinya ditilang, tapi, ini pengalaman pertamaku mengurus tilang. Cukup menambah wawasan dan melatih kesabaran. Pastinya aku jadi tahu apa yang harus dilakukan:
  1. Datang pagi hari, kalau bisa udah sarapan dan cukup tidur
  2. Bawa minum
  3. Bawa tikar/kursi lipat/alas duduk lain
  4. Bawa pasangan/teman biar ga bosan
  5. Kalau ga punya pasangan atau teman, bawa bahan bacaan/mainan/kerjaan. Atau kenalan dengan orang-orang yang lagi antre juga. :p

FYI, denda yang kita bayarkan itu bisa beda dengan yang diputus pengadilan lho... Misalnya, Mr Robot bayar denda Rp 70 ribu, tapi, kata pengadilan Rp 100 ribu. Di loket ini Mr Robot harus bayar kurangnya. Kalau yang terjadi justru lebih bayar, uangnya akan dikembalikan. DAAAANNN... Ada mesin EDC juga di loket tilang! Sangat memudahkan untuk generasi cashless.

Mau coba urus tilang lagi, Mi? ENGGAK.
Tertib peraturan lebih aman, nyaman, menyenangkan, dan menenangkan.
Salam,
M

Sumber:
Dokumentasi pribadi

p.s.: Kapan kita jalan-jalan lagi, Mr Robot? ;)

Komentar

Postingan Populer