Kenang(an Mant)an

Setiap hal memiliki makna, meski tidak semuanya terasa ketika masih berada di tangan kita.
Ada kalanya kita baru menyadari arti ketika mereka tidak kita lagi kita miliki.

Bermakna...
Acap kali disamakan dengan berharga dan berharga selalu tentang nilai.
Tidak harus nominal harga, tapi bisa juga tentang kenangan.

Aku termasuk orang yang sangat sensitif dengan kenangan dan pemberian orang lain. Jangankan membuang barang dari orang lain, benda dari kecil yang sudah usang aja tidak mau aku ganti for the sake of childhood memory! :3

Long story short, di kamar cukup banyak yang berhubungan dengan laki-laki yang pernah jadi pasanganku selama 3 tahunan. Sebut saja Aa (he’s married now). Mulai dari furnitur (karena kami yang bikin konsepnya), kipas angin, poster film animasinya, sampai beberapa bouquet bunga kering.  Biasanya pas putus dibuang atau sedih ngeliatnya kan?

Aku tidak. Poster filmnya salah satu pemacu semangat aku ketika kerjain tugas akhir. Barang-barang lain masih bermanfaat banget buatku. Terus bunga kering? Kalau itu sih memang tidak akan aku buang sampai ada yang bisa menggantinya.

Dan sebagai pengingat agar
Don’t wait for The Moment, create The Moment.
Karena Aa kasih bunga itu tiba-tiba. Dia tahu aku sukaaa banget mawar putih dan ya udah, tahu-tahu sudah ada bouquet mawar putih di hadapanku. Sama seperti pagi-pagi dia ke rumah cuma buat kasih orange juicenya Dunkin Donuts (fave OJ ever!). Simple gesture, tidak perlu fancy, tapi secara konsisten ingat apa yang aku suka. Itu yang membuat aku menjalani post-breakup time lebih mudah. Foto-foto diapun baru aku hapus ketika dia sudah menikah. Hahahaha.

Aku belajar banyak dari Aa.

Bagaimana dengan kenangan dengan Leo? HAHAHAHAHAHA. Five days bedrest sudah cukup membuktikan beratnya seperti apa kan? :‘) Bisa jadi lebih berat untuk Leo...

Jadi...
Menyimpan “kenangan” mantan boleh atau tidak? Tergantung kebahagiaan kita. Kalau kita bisa senyum, ingat yang manis-manis, dan tidak berharap balikan, boleh-boleh aja. Apalagi kalau memang masih bermanfaat.

Tapi, kalau setiap kita melihatnya malah sedih, mata berkaca-kaca, seketika galau, dan berharap balikan, lebih baik barang-barang itu kita museumkan kalau tidak sanggup untuk kita buang.
Kebahagiaan kita adalah prioritas utama kita.
Love,
M

Komentar

Postingan Populer