Satu Hari Berjudul Valentine's Day

Sudah lama ingin menulis tentang label yang diberikan untuk setiap tanggal 14 Februari: Hari Valentine.

Aku adalah seorang muslim yang hidup di tengah-tengah dominasi Islam. Otomatis perilaku aku pun diharapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan masyarakat. Di sekolah pun aku diajarkan bahwa "seseorang adalah bagian dari suatu kaum apabila ikut merayakan yang kaum itu rayakan". Contoh sederhananya adalah seorang muslim dilarang memberi ucapan natal karena dianggap ikut merayakan natal. Untuk hal ini, akan aku share di kesempatan lain. Selain itu, aku pun 'diajarkan' untuk tidak merayakan, bahkan sekedar mengucapkan, Valentine's Day, karena dalam Islam tidak ada Hari Valentine.

Dimulai dari SMP hingga SMA, ada gosip setiap Februari tanggal 14, akan ada razia cokelat di sekolah. Silly! Valentine mungkin identik dengan cokelat, tapi membawa cokelat setiap 14 Februari bukan berarti merayakan Valentine! Lagipula, apa masalahnya membawa cokelat ke sekolah untuk diberi kepada orang yang disuka?

Aku ga akan bahas tentang sejarah Valentine. Panjang. Tapi terlepas dari sejarah dan latar belakang V Day, pernahkah kamu melihat Hari Valentine sebagai momen ketika orang-orang berani mengungkapkan sayangnya?
Sadarkah kamu bahwa orang-orang lebih berani untuk mengungkapkan cinta dalam rangka Valentine?

Kalau kamu hanya melihat Valentine's Day dari sisi "itu bukan tradisi Islam!", kamu akan mentok terus-terusan di situ, tanpa sadar fenomena sebenarnya yang terjadi dalam Hari Merah Jambu ini. Awalnya aku juga 'alergi' terhadap V Day, walaupun tetap makan cokelat yang aku dapat. Tapiii... Aku sadar banyak hal yang terjadi di hari ini dan tidak semua keberanian yang ada adalah baik. Ada yang menjadikan V Day sebagai momen yang pas untuk have sex dengan pasangannya, meski belum menikah (dan masih dibawah umur!). Tentu saja ini bukan hal yang baik. Karena itu aku coba untuk 'nyemplung' agar bisa melihat sisi lain dari Valentine dan membantu generasi muda agar tetap menjadikan hari ini sebagai momen yang positif.

Kalau kamu beralasan "Ngungkapin cinta kan ga harus pas Valentine", aku setuju. Setuju banget! Tapiii... Tidak semua orang mampu dengan mudah untuk mengungkapkan cintanya. Karena itu aku bilang V Day adalah momen yang, somehow, memberi energy boost bagi orang-orang tertentu dalam mengungkapkan cinta. Kalau kamu mudah mengungkapkannya, bersyukurlah. Kalau tidak?

Kalau menurutmu "Valentine kan ga harus sama pasangan!", kamu benar. Tapiii... Kalau sama teman-teman atau keluarga, bisa setiap hari kan? :p Lagipula kalau kamu memang punya pasangan, kamu akan cenderung memilih untuk bersama pasangan. Kalau punya ya... V Day termasuk romantic day.

Untuk 'merayakan' V Day, ga harus ada cokelat, bunga, parfum, atau hadiah lainnya. Cukup bersikap lebih manis dan romantis dari biasanya. Sederhananya, V Day adalah momen yang pas untuk bersikap romantis pada setiap orang. Kamu bisa lebih sering tersenyum. Kamu juga bisa bagi-bagi cokelat atau permen atau apapun itu pada orang lain dengan alasan "happy Valentine's day!". Iya kan?

Sekian pendapat aku tentang Valentine's Day. Have a positive love.

Spread the love.
Mediatami

Komentar

Postingan Populer