Kursus Kilat Menggunakan Twitter


Addicting social media
Sepertinya kalau kalangan muda belum pernah mendengar istilah Twitter, khususnya di kota besar, bisa dibilang norak, katro, udik, dan sebutan lainnya yang tepat untuk menggambarkan kondisi 'ga gaul' dan 'ga up tp date'. Hampir setiap remaja memiliki account social media ini, meski beberapa mungkin jarang ngetwit a.k.a update twitternya. Tidak hanya remaja yang 'terjerat' godaan socmed yang mampu memberi informasi dalam 140 karakter, kaum yang lebih tua pun ikut membuat akun twitter dengan berbagai tujuan. Dari rakyat biasa hingga politisi dan sosialita ikut meramaikan Twitterland. Artis dan selebritis? Jangan tanya! Official account para public figures sudah banyak berkeliaran. Twitter adalah salah satu media sosial yang ajaib karena mampu 'menggoyangkan' dunia nyata hanya dalam sekejap. Kejadian yang terjadi dalam realita begitu cepat tersebar melalui Twitter. Hebat, bukan?

Aku pun bergabung di Twitter sudah cukup lama, entah pertengahan 2009 atau 2010, meski baru aktif akhir 2010. Seperti jejaring sosial dan media sosial lain, aku mencoba untuk explore sendiri. Aku cari tahu istilah-istilah dan fungsi yang terdapat di Twitter:
  1. Tweet: Kabar atau informasi yang kita tulis dalam 140 karakter
  2. Following: Akun yang kita ikuti (follow) tweetnya
  3. Timeline: Halaman tempat munculnya tweet yang kita tulis dan following
  4. Follower: Akun yang mengikuti tweet kita
  5. Mention: Memasukan akun lain dalam tweet yang kita tulis
  6. Reply: Membalas tweet akun lain (bisa tweet biasa atau yang mention akun kita)
  7. Old Style Retweet: Mengirim ulang tweet akun lain yang dapat ditambahkan dengan komentar kita
  8. New Style Retweet: Langsung mengirim ulang tweet akun lain (forward)
  9. Direct Message: Pesan yang dapat dikirim langsung pada akun yang menjadi follower kita.
  10. Trending Topic: Topik yang sering dibicarakan selama seharian (World Wide dan Local)
Tweet, mention, reply, dan RT akan muncul pada TL kita dan follower. Tapi DM hanya dapat dibaca oleh orang yang kita kirimi. Sejauh ini mengerti? Kalau iya, akan aku lanjutkan pada alasan mengapa aku menulis post ini. Kalau belum mengerti? Silahkan baca ulang dari awal sampai mengerti. ;)

Hingga detik aku tulis post ini, followingku ada 327, yang terdiri dari berbagai lapis kalangan. Mostly teman-teman yang sudah aku kenal di dunia nyata. Meski ada lebih dari 300 account yang aku follow, tidak semua aktif ngetwit. Tapi tetap saja tweet yang menghiasi TLku bervariasi. Aku tidak bermasalah dengan hal itu, karena itulah 'akibat' yang harus aku tanggung karena memfollow ratusan akun. Yang membuatku terganggu adalah 'ngobrol' dengan fasilitas RETWEET. Lebih parah lagi sudah ngobrol dengan cara saling RT, tweetnya pun sudah over character sehingga memanfaatkan twitlonger. It's so damn annoying, you know!!!

Kalau memang ingin ngobrol, kalian bisa saling memanfaatkan fasilitas REPLY, bukan RT. Kalau lupa tweet sebelumnya, ada yang namanya CONVERSATION. Kalian bisa lihat di situ. Seandainya tweet yang kalian RT memang penting untuk dikomentari dan berguna bagi follower kalian, ga apa-apa. Kalau cuma penuhin TL? Grrr. Sudah beberapa orang yang aku unfollow karena mengganggu kenyamanan TL aku. Beberapa temanku bilang, "yaudah sih... Mute aja.". Aku lebih memilih untuk langsung unfollow orang dibanding masih memfollownya, tapi aku bisukan tweetnya sehingga tidak muncul di TL. Untuk apa aku memfollow orang yang tweetnya dengan sengaja tidak aku lihat?

Use it wisely, guys!

Follow
 @MediaTami

Komentar

Postingan Populer