Moodbooster, Where Are You?

Sekali lagi aku merasakan sesuatu yang campur aduk. Emosi positif dan negatif nyampur jadi satu, walaupun salah satunya ada yang mendominasi, dan aku yakin, kalau kamu cukup cerdas, kamu tau apa yang mendominasi. :)

Aku orang yang 'konsisten'. Konsisten bangun siang. Konsisten kerjain tugas detik-detik menjelang pengumpulannya. Konsisten bilang indomie ayam bawang pake sayur, telor, dan cabe itu enak walaupun tau ga baik makan mie instan terlalu banyak. Hahaha. Mari fokus ke contoh 'konsisten' aku yang kedua.

Minggu kemarin, tepatnya hari Selasa, mood aku sempet agak kelabu karena ketika aku pengen fokus kerjain deadline tugasku, tapi cukup banyak kendala teknis yang sangat mengganggu. Tapi akhirnya berhasil aku netralin. HORE! :D
Hari-hari berikutnya normal, dengan mood yang cukup baik (at least ga bikin aku pengen jitak kepala orang). Weekend agak terganggu moodku ini. Entah kenapa merasa insecured. Kemalasan kerjain tugas pun melanda kembali, padahal ada 2 UTS take home yang harus aku kerjain. Hehehe. Hari Minggu aku coba kerjain salah satu tugasku. Yang paling gampang. Tapi ga minat banget. Otak lagi ga mau diajak kerjasama buat mikirin tugas. Karena ga jadi kerjain tugas, akhirnya aku beresin folder aku di RV.

ZIIIINGGGG.

Ada satu folder 'MoodBoosters'. Aku liat isinya, ternyata beberapa files .flv (sayangnya ga bisa aku buka!). Seketika aku ingat apa aja isi file-file ini. Benar-benar moodbooster. File flash itu kiriman salah satu orang yang pernah dekat sama aku selama 4 bulan. Hihihi. Aku ingat semester lalu waktu aku lagi hectic banget sama tugas-tugas aku, tapi kemalasan melanda, dia kasih semangat dengan kirimin aku flash buatan dia yang sukses bikin aku semangat lagi. Waktu aku lagi agak kesel sama dia, dia pun kirim flash buatannya yang berhasil bikin aku senyum dan ilangin kesel+BT.
Sekarang, aku sempat terpikir kalau aku sudah mendapatkan moodbooster, bahkan moodsetter, baru. Tapi kejadian sore tadi bikin aku mikir lagi. Well, kebodohan dan kesoktauan aku sih sebenernya yang bikin aku kesel juga. Hehehe. Lagi ngebahas topik yang agak sensitif, akhirnya aku tau ternyata mantan masih berpengaruh besar terhadap mood calon-moodsetterku ini. Saat itu pula aku langsung narik privilege dia sebagai salah satu pihak yang mempengaruhi moodku. Dia sendiri belum bisa menguasai moodnya, gimana mungkin aku kasih 'akses' untuk mengontrol moodku?

So, sampai detik ini aku masih bertanya dan mencari: where are you, Moodbooster?

Correct me if I'm wrong,
Mediatami

Komentar

Postingan Populer