Galau? Jenuh? Muak? You tell me!

Seriously, I don't exactly know what I'm feeling now. Mixed. But if I describe it by color, I choose: black, red, and blue. Pengaruh hormon juga kali ya... You know woman in her period. :) Ngerasa akhir-akhir ini kurang sensitif sama keadaan sekitar, tambah ga peduli perasaan orang lain. Tapi itu ada alasannya! Ya, rasionalisasiku akan segera dimulai.
Setelah putus dari coro, aku masih belum tertarik untuk punya teman laki-laki spesial. Cukup trauma, tapi bukan itu yang bikin aku (bisa dibilang) ga deket sama cowok lain saat ini. Kehidupanku di kampus belum settle. Belum tau pola tugas-tugas kuliah saat ini gimana, belum resmi 'kerja' sebagai staf departemen PSDM BEM FIP (yes, I'm a member of executive board!), dan aku pun harus ready-steady-go untuk diving bareng Pasmalima Diving Team. Kuliahku emang cuma 18 sks (karena cuma 8 mata kuliah yang aku butuhkan, bukan karena aku oon yee...), cukup banyak waktu senggang. Dibilang sibuk, ga kok. Tapi cukup lelah.


Sayangnya dalam 3 minggu ini kelelahanku belum bisa aku 'lepas' hingga lega. Udah 3 taun bareng, tapi masih terombang-ambing dalam realistis-idealis. Alih-alih mempermudah, malah mempersulit. Ah, entahlah! Hanya merasa berbeda dan ga ada yang mengerti. And it kills me slowly. Kadang aku ingin merasakan jadi mahasiswa, jadi anak kuliahan, yang bener-bener kuliah di ruang kelas yang mendukung, di kelas yang kondusif, dan segala support system yang emang nyupport. Aku ga suka KBM yang terlalu kaku. Aku kurang nyaman dengan metode "dosen-menjelaskan-mahasiswa-mencatat" atau "dengerin-karena-saya-akan-mengajukan-pertanyaan". Aku juga ga suka kelas yang terlalu hening dan dingin karena kekurangasertifan dosen. Aku suka kok ngobrol dengan teman kelas ketika perkuliahan berlangsung, dengan gesture seolah-olah aku tetap memperhatikan dosen. Aku bukan mahasiswa teladan dan aku ga malu mengakuinya. :D
Tapi, aku punya hak untuk mengikuti perkuliahan secara optimal. Seperti yang aku bilang di atas. Ruang kelas alhamdulillah udah cukup mendukung, always di 327 (yang untungnya udah adem dan ada LCD). Support system? Kalo termasuk laptop, internet, dan akses yang lain, alhamdulillah bisa diceklis. Dua aspek ini mengalami perkembangan dari semester ke semester. Mungkin karena 2 aspek ini 'barang mati', jadi mudah untuk diutak-atik. Ga punya pikiran sendiri soalnya. Beda dengan aspek terakhir: kelas yang kondusif. Dari semester 1 sampai sekarang semester 6, belum bisa kondusif. Mendekati cukup pernah sih, ketika diajar beberapa dosen. Tapi perubahannya temporary. Sementara. Sekarang? Regresi. Kembali lagi kaya dulu.
Hal-hal yang aku permasalahkan tentang kelasku ini simple dan kecil, sering disepelekan, tapi penting karena menunjukkan tingkat kedewasaan kita. Responsibility is rough thing to do, guys. Ketika kita bisa  bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan, secara otomatis kita belajar untuk berpikir lebih dalam dan terbuka. Tapi kalau kita berpikir lebih dalam dulu, kita ga otomatis bertanggung jawab. Karena gimana pun juga TANGGUNG JAWAB adalah sikap. My point is... Apa susahnya ngembaliin bangku ke tempat sebelum kalian pindah? Ya, saya pakai kata ganti 'kalian' karena (terpaksa saya bersikap arogan) saya mengembalikan bangku yang telah saya pindahkan pada tempat sebelum saya gunakan. Kalau alasan kalian "udah jam terakhir, nanti juga diberesin sama cleaning service", sungguh ga mencerminkan sikap mahasiswa. Cape ngebahas hal seperti ini dari waktu ke waktu.
Anyway, already lost my focus. Gotta get some quality sleep tonight.
Correct me if I'm wrong,
Mediatami

p.s.: No offense. Just sharing. :)

Komentar

Postingan Populer