Sempitnya Panggilan

Apa yang kamu pikirkan ketika dapat SMS dari yang bukan pasangan (in a romantic way of course) isinya:
Selamat malam, sayang.
Bingung? Merasa orang tersebut salah kirim? Senang? Excited? Kesal? SMS ga penting? Atau apa?
Lalu, gimana respon kamu?

  • Ada yang langsung telepon (dan akhirnya kami malah ngobrol sampai tengah malam!)
  • Ada yang tanya 'kamu kenapa, Mi?'
  • Ada yang balas 'G'nite too, dear' dan SMS-SMS setipe.
  • Ada yang bilang 'Salah kirim ya?'
  • Ada juga yang SMS 'Selamat ulang tahun, sayang.' (Setelah aku tanya, ternyata dia ga tau kenapa kirim SMS seperti itu. :p)

Langsung balas dengan SMS yang mirip? Mempertanyakan SMS itu? Membalasnya dengan SMS yang unik? Telepon? Atau justru dicuekin?

Beberapa bulan lalu aku sempat kirim SMS seperti itu ke beberapa orang dekat (cowok-cewek). Aku iseng aja pengen tes respon mereka. Ternyata beda-beda dan bikin aku senyam senyum setan sendirian di kamar kostku. :)
SMS-SMS yang mempertanyakan SMS dari aku, aku balas: ‘Emang kenapa? Ada yang salah?’
Mereka balasnya: ‘Kok pake sayang?’

Hmm… Dari situ aku makin sadar, betapa sempitnya panggilan ‘sayang’. :( Masih banyak orang yang menganggap ‘sayang’ adalah panggilan sakral yang hanya boleh diucapkan oleh orang yang berpacaran dan orangtua-anak, atau orang yang memang sering refleks bilang gitu (contohnya aku, hehehe). Tapi kalau aku mengatakan ‘sayang’, ‘dear’, and other similar words dengan sadar dan sengaja, orang yang dengar mengasumsikan there’s something between them. Ditambah lagi, orang yang aku panggil gitu kadang shock dan wondering ‘kenapa nih bocah?’ (Hayoo ngaku!). Padahal aku manggil gitu ga ke sembarang orang. Hanya untuk orang-orang tertentu yang bikin aku nyaman dan udah cukup dekat sama aku, plus aku cukup tau kemungkinan mereka mikir yang aneh-aneh ga terlalu besar. Makanya aku senang kalau ada partner gokil yang walaupun sama-sama manggil pakai panggilan yang (katanya sih…) romantis, tapi slow dan santai. No heart feeling.

Selain panggilan sayang, aku juga kadang risih kalau aku bicara pakai kata ganti ‘aku-kamu’, disangka aku suka naksir lah… Atau sama kaya panggilan ‘sayang’, aku dan lawan bicara disangka ada ‘hubungan’. Ga selamanya seperti itu kaliii… :( Aku bisa aja sayang sama orang tersebut sebagai kakak, adik, sahabat, atau apa kek… Ga setiap saat aku melihat seseorang sebagai cowok atau cewek.
Aku lagi coba untuk membiasakan diri menggunakan aku-kamu, bukan lo-gue. Karena buat aku, lo-gue bahasa Betawi. Walaupun sudah jadi bahasa pergaulan sehari-hari, tetap aja ga semua orang berasal dari suku Betawi. Iya, kan? Hehehe.

Kalau saya-Anda atau saya-kamu, itu terlalu kaku dan terasa ada tingkatannya. Kata ‘saya’ bisa merendahkan diri sendiri, bisa juga merendahkan orang lain. Aku pakai saya-kamu atau saya-Anda hanya untuk kesempatan tertentu. Misalnya: Rapat, forum resmi, and else. So please… Jangan heran kalau aku menggunakan aku-kamu dan bangsa ‘sayang’. ;)

Aku biasa dengan panggilan ‘sayang’, ‘ay’, ‘say’, ‘dear’, ‘darling dan yang setipe lainnya. Aku bisa memanggil orang lain dengan panggilan-panggilan itu (syarat dan ketentuan berlaku pastinya). Kadang ada yang bingung juga gimana ngebedain aku serius atau ga. :p

Regards,
M

Komentar

  1. dasar dodol
    demen main "api", tapi gak mau kebakar. huakakkakkaa..

    BalasHapus
  2. Iyalaaah... Makanya ada istilah 'play safe'. Cause safety can be fun. Hahaha.

    BalasHapus

Posting Komentar

Menurutmu gimana? :)

Postingan Populer