Second Chance

Beberapa orang mungkin tau gue punya 'prinsip' Second Chance:
Ga mau pacaran sama mantan yang gue putusin, kecuali kalo gue udah punya mantan baru.
Bukan tanpa alasan gue 'menanamkan' hal itu dalam hidup gue. Ketika gue memutuskan suatu hubungan dengan seseorang, biasanya karena suatu hal yang disebut 'masalah' dan cukup mengganggu stabilitas hubungan kami. Ga lucu kalau gue memutuskan hubungan, tapi gue langsung bilang 'IYA!' ketika diajak untuk merajut hubungan yang sama dalam waktu dekat. Untuk apa putus kalau gitu?

Hal ini membuat gue merasa harus cari 'yang lain' sebagai 'alat tes' apakah gue benar-benar perlu putus dari sang mantan, ataukah cuma kekhawatiran gue terhadap masalah yang kami hadapi terlalu besar. Biasanya, langkah gue untuk putus tepat. Hingga gue putus dengan seseorang yang membuat gue nyesel kenapa punya 'prinsip' konyol seperti ini. Walaupun dengan kebodohan gue karena 'merelakan' kesempatan kedua itu pergi, gue jadi tahu ternyata dulu pun gue ga diizinkan untuk masuk ke dunianya. Padahal gue orang yang bisa dibilang dekat. Gimana sekarang, ketika gue bukan siapa-siapa?

Really wish that I could turn back time. But like him, I have to keep moving on.

Salam,
M

Komentar

Postingan Populer