Pagi Untukku

Aku ga menganggap pagi adalah hal spesial. Buatku, semua pagi sama. Ga ada yang beda. Bahkan, aku cenderung ga menyukai pagi, karena pagi bukanlah awal dari hariku. Hariku yang sesungguhnya dimulai malam sebelumnya, ketika aku bersiap untuk mengistirahatkan ragaku untuk sementara.

Tapi itu dulu.

Sebelum aku menemukan pagi yang benar-benar bisa aku anggap PAGI.
Pagi yang bisa menjadi permulaan dari hidupku di hari itu.
Pagi yang selalu kutunggu di setiap malamku.
Pagi yang dapat membuka mataku ketika aku harus bercengkerama dengan Sang Pencipta.
Pagi yang membuatku semangat untuk menjalani hariku.
Pagi yang bisa menenanganku dengan belai lembut anginnya.
Pagi yang mampu menyegarkanku dengan embunnya.
Pagi yang menghangatkanku bila ditemani sang surya.
Pagi yang membuatku nyaman bila didampingi rintik hujan.

Pagiku...
Yang baru aku sadari betapa penting dirinya.
Betapa berharga dia untukku.
Betapa spesial dia dalam hidupku.

Pagiku...
Dengan segala keangkuhan yang membuatku ga berkutik.
Dengan wibawa yang membuatku kehilangan kendali atas pikiranku.
Dengan pesona yang membuatku teradiksi akan hadirnya.

Pagiku...
Yang saat ini sedang aku tunggu kedatangannya.
Yang sering aku rindukan cahayanya.
Yang selalu aku harapkan membawa kejutan cerita indah untuk malamku.

Komentar

Postingan Populer