Saturday, August 22, 2015

Komplek Media Sosial

Ngeliat aktivitas di media sosial (medsos) dan ngobrol langsung dengan para pengguna, menurutku netizen bisa dibagi jadi beberapa kategori:

1. Aktif posting, aktif komentar/likes/dll
2. Aktif posting, jarang komentar/likes/dll
3. Jarang posting, aktif komentar/likes/dll
4. Jarang posting, jarang komentar/likes/dll (SR)

Ga ada yg salah dgn 4 jenis netizen a.k.a socmed user itu. Hanya saja... Tetap harus mematuhi netiquette (internet etiquette).

Let's say... Medsos (contohnya Facebook) kita analogikan sebagai komplek perumahan dan setiap user adl RUMAH yg ada di komplek.
Ketika user posting sesuatu dan privacy diset ke "only me", apa yg dipost hanya ada di dalam rumah. Terserah deh mau post apapun, krn hanya si pemilik rumah yang tau.
Tapi ketika share atau post dan diset sehingga orang lain bisa melihatnya, pemilik rumah naro hal itu di jalan depan rumah.

Ga masalah juga sih sebenarnya KALAU yang ditaro itu layak dilihat oleh orang lain dan/atau dengan jumlah yg ga terlalu banyak dalam waktu berdekatan (biar ga "nyampah" di jalan). Tapi kalau tidak seperti itu, please please please... Jangan marah ketika ada penghuni rumah lain yang "membereskan jalan depan rumah"mu dan menegurmu. :p

"Ini akun gue. Bukan urusan lo apa yg gue post!".

Duh! Ketika kita posting something yang bisa dilihat orang lain, kita memiliki kewajiban tak tertulis sebagai manusia untuk saling menghargai, menghormati, dan menyayangi, sehingga aktivitas kita di medsos HARUS menunjukkan hal itu.

Tenang... Ga harus melulu share post motivasi atau apalah itu. Curhat jg gapapa. Tapi penggunaan bahasa, intensitas, dll harus diperhatikan. Mau share foto, screen capture, atau apapun? Monggooo... Tapi pastikan tidak ada privacy yg dilanggar. Mau berbagi kebahagiaan? Silahkan! Tapi tetap ingat teman di media sosial (dan di dunia nyata) mungkin masih ada yg belum mendapatkan kebahagiaan seperti kita. :)

INGAT, hanya karena kamu pemilik rumah di komplek ini, bukan berarti jalan komplek hanya milikmu. Please, be wise in using social media. Patuhi NETIQUETTEnya. Hii... Serem lho kl kesibukan di medsos bikin kita jadi lack of empathy dan intolerant.

Aku post ini bukan krn udah "bener". Aku jg masih belajar untuk jd netizen yg baik kok... Yuk belajar bersama! :)

Regards,
M