Thursday, December 26, 2013

Evaluasi Revolusi

Tahun 2013 hanya bersisa beberapa hari lagi. Saat ini manusia, setidaknya aku, masuk ke dalam fase evaluasi resolusi. Yup, hanya RESOLUSI, belum evaluasi kehidupan keseluruhan, karena itu biasanya dilakukan di malam pergantian tahun bersamaan dengan pembuatan resolusi tahun baru. Tahun-tahun sebelum ini aku hanya mengevaluasi resolusi seadanya, ga sampai aku post atau aku kupas dalam. Tapi tahun ini berbeda... Dan semua ini terjadi karena Jet Veetlev!

Bukan dia yang mempengaruhi resolusiku. Sama sekali ga ada hubungannya. Tapi salah satu founder Hitman System itu yang bikin aku ngepost evaluasi ini. Laki-laki chubby yang tweetnya random itu, entah kenapa, sangat “mencintai” skripsi. Mungkin dia salah satu orang yang penuh semangat dalam menyemangati para pejuang skripsi. Pernah selama beberapa bulan nama di twitternya berubah jadi skripsi-thingy, sampai rasanya aku ingiiiiin sekali unfollow dia supaya ga usah lihat namanya. Sayangnya, aku tetap senang, karena, somehow, aku merasa ada yang “perhatian” dengan skripsiku. Hihii.

So? Hubungan Jet dengan evaluasi ini apa? Beberapa menit lalu, aku sempat scroll timeline. Jet ini iseng banget retweet balasan tweet dia tentang resolusi terbaik apa yang sudah kamu capai tahun 2013. Hampir semua yang dia RT menjawab: LULUS, WISUDA. Aku sedih bacanya. Bukan sedih karena kebahagiaan mereka, bukaaaan. Tapi sedih karena SEHARUSNYA aku pun bisa mereply tweetnya dengan hal yang sama.

LULUS S1 bisa jadi resolusi 2013 yang kucapai.

Harusnya.

Kenapa hanya “harusnya”? Karena untuk mencapai resolusi yang aku buat awal tahun lalu, aku butuh untuk berusaha seoptimal mungkin, yang belum aku lakukan hingga saat ini. Yeah, right... I wasted this year. I’m the one to blame. Padahal udah bilang “aku belum lulus” ke setiap job offer untukku, menolak dengan alasan “mau fokus skripsi dulu” setiap EFTO dan SG nawarin tour, bahkan ngeberesin kamar tidur supaya jadi tempat nyaman buat ngetik (yang akhirnya terlalu nyaman jadi malah ga produktif). Tapi tetap... Prokrastinasi mendominasi.

Jet, in his own way, sekali lagi, jadi salah satu “cambuk” agar aku segera menuntaskan kewajiban untuk memperoleh gelar sarjana.
I promise myself, when he asks “resolusi terbaik apa yang sudah kamu capai tahun 2014?” aku akan jawab: Menjadi Medianissa Helvianti Utami, S.Pd.

Thank you and goodbye, 2013.

Tuesday, December 10, 2013

Real(ity) Nightmare

Semua orang pasti pernah mendapat mimpi, entah itu mimpi yang menyenangkan, mimpi buruk, atau sekedar bunga tidur yang ketika membuka mata -woosh!- mimpipun sirna, tanpa jejak terekam dalam memori. Dari mimpi yang dialami, entah dengan orang lain, aku paling menginginkan mimpi indah yang menjadi nyata. Well, siapa yang ga mau? ;)
Ketika sudah bermimpi yang menyenangkan, sepertinya 24 jam sehari pun ga cukup untuk mimpi hadir dalam tidur kita. Sayangnya, ga setiap tidur kita bermimpi yang diinginkan hati. Kadang, yang sangat tidak kita inginkan, atau kita khawatirkanlah yang menemani istirahat kita. Berbanding terbalik dengan mimpi jenis pertama, mimpi buruk a.k.a nightmare a.k.a bad dream, meski hanya sejam "menyapa" membuat tidur terasa begitu lama.
What's worst about nightmare? When it's not just a nightmare. It's real. It happens in reality.
Beberapa malam lalu, aku sempat mengalami hal itu. First, I thought it was just another bad dream. Then I woke up, and realized... Damn! It's a real story! Mau kesal sama mimpi, tapi mimpi salah apa? Mau marah sama orang-orang yang "berperan" dalam mimpiku itu, tapi itulah kondisi mereka sebenarnya. Setelah sukses menenangkan diri, mengumpulkan nyawa, dan menyadari dimana saat aku terbangun berada, aku sadar hanya ada satu orang yang patut dan layak aku persalahkan. Diriku.
Want to know what was my dream? Aku sedang berada di wisuda seseorang yang kuliah satu angkatan di bawahku, bersiap-siap menuju wisuda BK 2009, dimana ada beberapa seangkatanku juga yang menjadi wisudawan dan wisudawati, entah kenapa ada orangtuaku, dan mereka bertanya, dengan suara rendah:
"Kapan kamu wisuda?"

Pejuang Skripsi,
-M