Sunday, January 27, 2013

Friendzone?

Dekat dengan seseorang, tanpa ikatan, karena 'terbawa suasana'. Masih bisa dekat juga dengan orang lain, bahkan mungkin menjalin hubungan yang lain itu.
Ah, betapa serunya memiliki hubungan seperti itu! Memiliki seseorang yang stand by untuk kita, tapi juga kita masih bisa mempunya orang lain dengan status pasangan.
A true friendzoned ;)

Aku pun akan sangat menikmatinya... Bila aku masih berusia belasan. Setidaknya hingga aku tepat berusia 20 tahun. Bukan twenty-something seperti saat ini.

Bukan hubungan seperti itu yang aku butuhkan. Well, awalnya aku juga menikmati. Tapi seiring berjalannya waktu, aku jenuh. Aku ga nyaman dengan ketidakjelasan ini.
Sahabat, katamu? Bersikaplah seperti itu! Berperilakulah selayaknya sahabatku yang lain. Ga perlu memberi 'fasilitas' yang ga layak seorang sahabat dapatkan.
AAARRGGHH!!!
Kepalaku sakit setiap memikirkan kita. Namun ajaibnya, setiap sakit itu hilang ketika kamu menyempatkan waktu untuk bertemu aku, meski hanya sekedar untuk mengantar makanan untukku yang entah mengapa sangat manja kepadamu. Ya, aku senang menghabiskan waktu sama kamu. Seperti yang pernah kamu tulis...

"I don't wanna miss it"

Curhat dari sahabat,
M

Monday, January 21, 2013

Boyce Avenue - On My Way


I wasn't there the moment
You first learned to breathe
But I'm on my way, on my way
I wasn't there the moment
You got off your knees
But I'm on my way, on my way

Lay down
And come alive in all you've found, All you're meant to be
For now
Wait until the morning light
Close our eyes to see
Just close your eyes to see

A tear must have formed in my eye
When you had your first kiss
But I'm on my way, on my way
So leave a space deep inside for everything I'll miss
Cause I'm on my way, on my way

Lay down
And come alive in all you've found
All you're meant to be
For now
Wait until the morning light
Close our eyes to see
Just close your eyes to see

And when you feel no saving grace
Well I'm on my way, on my way
And when you're bound to second place
Well I'm on my way, on my way
So don't believe it's all in vain
Cause I'm on my way, on my way
The light at the end is worth the pain
Cause I'm on my way, on my way

I'll be there the moment
You come out in white
Cause I'm on my way, on my way

Friday, January 18, 2013

Jaga Jarak Aman


Halo, kamu! Kalau kamu tidak hanya hidup di dalam rumah, kamu pasti pernah melihat tanda ‘Jaga Jarak Aman’ di jalan raya. Apalagi kalau kamu termasuk orang yang sering mengendarai kendaraan di tol, tidak hanya sebagai penumpang. Jaga jarak aman itu penting lho... Bukan hanya untuk yang baru belajar mengendarai mobil atau motor, tapi juga untuk orang yang sudah mahir nyetir. Kenapa aku bahas jaga jarak aman? Ga ada hubungannya dengan Taku kok... Sudah lama ga nyetir semenjak pengalaman di jalan raya yang beberapa bulan lalu sempat aku post. Jaga jarak aman yang akan aku bahas saat ini berhubungan dengan passion aku: love and relationship. Teteeeeppp...

Berdasarkan pengalamanku, jaga jarak aman dibagi menjadi dua kategori berdasarkan resiko:

1. Identified risks
Identified risks atau resiko-resiko yang sudah teridentifikasi a.k.a jelas resikonya adalah resiko-resiko atau kemungkinan yang bisa terjadi apabila kita memasuki jarak tidak aman dalam suatu hubungan. Misalnya, kita sudah lama dekat dengan seseorang sebagai teman, lalu karena terbawa suasana, kita jadi terlibat istilah ‘naksir’. Sebenarnya bisa saja kita meningkatkan status hubungan dari pertemanan menjadi pasangan, tapi karena ada resiko-resiko yang jelas kita memilih untuk tetap berada dalam zona pertemanan. Semacam friendzone? Mungkin.
Kita tahu harus jaga jarak aman karena adanya IR adalah kalau kita berhubungan dengan orang yang sudah kita kenal cukup lama, bukan orang baru dalam lingkaran sosial kita. Dalam banyak kasus hal ini terjadi pada dua orang teman, tapi bisa juga terjadi antara kita dengan rekan kerja (bahkan atasan!). Resiko-resiko apa saja yang mungkin terjadi? Yang paling sering terjadi adalah hancurnya kenyamanan yang telah terbina sebelumnya. Bahkan dalam kasus yang cukup berbahaya, akhirnya tidak ada lagi kata ‘teman’. Kalau berubah jadi pasangan sih ga apa-apa, lah ini malah jadi ga ketemuan. Malah menjauh. *pukpuk orang yang tertimpa hal itu*

Thursday, January 17, 2013

A Lie is Still A Lie Even When It's White

Ada satu serial di FOX Channel yang berjudul Lie to Me. Bercerita tentang Cal Lightman, seorang pria yang memiliki kemampuan menganalisis micro expression untuk mendeteksi apakah seseorang berbohong atau jujur. Di salah satu episode, Lightman Enterprise kedatangan siswa SD yang sedang study tour. Rekan Cal yang mengurus rombongan tersebut membuat satu lagu yang berjudul White Lie karena salah satu peserta tour melakukan sebuah kebohongan, meski dapat dikategorikan sebagai white lie. Salah satu lirik dari lagu tersebut adalah “but a lie is still a lie even when it’s white”.
Aku pikir sudah banyak yang tahu tentang istilah ini, bahkan aku percaya kita pasti pernah melakukan kebohongan yang baik ini meski hanya satu kali. Tapi aku akan coba menjelaskan mengenai white lie sepemahaman aku. White lie atau kebohongan yang baik (aku ga menemukan padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia) adalah kebohongan yang diucapkan semata-mata untuk menjaga perasaan seseorang atau membuat hal-hal tetap pada tempatnya, ga ada masalah (baca: lurus, stay on the track). Landasan dari hal ini adalah: kenyamanan bersama.
Contoh sederhana dari white lie adalah:
Cewek: Sayang, beratku nambah 5 kg nih... Keliatan makin gendut deh aku...
Cowok: Ga kok, sayang. Kamu ga keliatan makin gendut.
Bohong banget kalau berat badan naik 5 kg tapi ga keliatan. Tapi kadang cowok sengaja berbohong pada pasangannya hanya agar pasangannya merasa tetap nyaman dan percaya diri. Well, aku yakin alasan utamanya adalah karena ga mau menghadapi kesensitifan cewek kalau dibilang makin gemuk. Sebagai seorang perempuan dengan berat badan proporsional, aku pun agak sensitif kalau berat naik walaupun masih berada dalam BMI normal. Pasanganku dulu sering meledekku gendut karena penempatan lemak yang kurang oke dalam badanku, tapi dia pun sering menenangkan aku dengan bilang “iya, kamu lebih chubby, tapi ga terlalu keliatan gendut kok, ta...”. Aku tahu dia sebenarnya bohong, karena kalau beratku naik, sangat terlihat! Tapi aku menghargai usahanya untuk membuatku tetap nyaman dengan keadaan diriku, walupun dia jujur pun aku tetap percaya diri.
Itu salah satu contoh common white lie dalam hubungan percintaan. Ada lagi contoh lain yang akhir-akhir ini sering aku temui dari teman-teman terdekatku.

Monday, January 14, 2013

Kau Tahu Cemburu?

Kau tahu cemburu?Kata arsitek, semacam struktur material yang hinggap dan membuat tak normal.Kata dosen, seperti ketidakhadiran yang mempengaruhi penilaian.Kata ayah, semacam degup yang berdetak cepat di saku dada kiri ketika mengingat hal itu. 

Dikutip dari status Facebook Muhammad Brian Al Rasyid