Thursday, December 26, 2013

Evaluasi Revolusi

Tahun 2013 hanya bersisa beberapa hari lagi. Saat ini manusia, setidaknya aku, masuk ke dalam fase evaluasi resolusi. Yup, hanya RESOLUSI, belum evaluasi kehidupan keseluruhan, karena itu biasanya dilakukan di malam pergantian tahun bersamaan dengan pembuatan resolusi tahun baru. Tahun-tahun sebelum ini aku hanya mengevaluasi resolusi seadanya, ga sampai aku post atau aku kupas dalam. Tapi tahun ini berbeda... Dan semua ini terjadi karena Jet Veetlev!

Bukan dia yang mempengaruhi resolusiku. Sama sekali ga ada hubungannya. Tapi salah satu founder Hitman System itu yang bikin aku ngepost evaluasi ini. Laki-laki chubby yang tweetnya random itu, entah kenapa, sangat “mencintai” skripsi. Mungkin dia salah satu orang yang penuh semangat dalam menyemangati para pejuang skripsi. Pernah selama beberapa bulan nama di twitternya berubah jadi skripsi-thingy, sampai rasanya aku ingiiiiin sekali unfollow dia supaya ga usah lihat namanya. Sayangnya, aku tetap senang, karena, somehow, aku merasa ada yang “perhatian” dengan skripsiku. Hihii.

So? Hubungan Jet dengan evaluasi ini apa? Beberapa menit lalu, aku sempat scroll timeline. Jet ini iseng banget retweet balasan tweet dia tentang resolusi terbaik apa yang sudah kamu capai tahun 2013. Hampir semua yang dia RT menjawab: LULUS, WISUDA. Aku sedih bacanya. Bukan sedih karena kebahagiaan mereka, bukaaaan. Tapi sedih karena SEHARUSNYA aku pun bisa mereply tweetnya dengan hal yang sama.

LULUS S1 bisa jadi resolusi 2013 yang kucapai.

Harusnya.

Kenapa hanya “harusnya”? Karena untuk mencapai resolusi yang aku buat awal tahun lalu, aku butuh untuk berusaha seoptimal mungkin, yang belum aku lakukan hingga saat ini. Yeah, right... I wasted this year. I’m the one to blame. Padahal udah bilang “aku belum lulus” ke setiap job offer untukku, menolak dengan alasan “mau fokus skripsi dulu” setiap EFTO dan SG nawarin tour, bahkan ngeberesin kamar tidur supaya jadi tempat nyaman buat ngetik (yang akhirnya terlalu nyaman jadi malah ga produktif). Tapi tetap... Prokrastinasi mendominasi.

Jet, in his own way, sekali lagi, jadi salah satu “cambuk” agar aku segera menuntaskan kewajiban untuk memperoleh gelar sarjana.
I promise myself, when he asks “resolusi terbaik apa yang sudah kamu capai tahun 2014?” aku akan jawab: Menjadi Medianissa Helvianti Utami, S.Pd.

Thank you and goodbye, 2013.

Tuesday, December 10, 2013

Real(ity) Nightmare

Semua orang pasti pernah mendapat mimpi, entah itu mimpi yang menyenangkan, mimpi buruk, atau sekedar bunga tidur yang ketika membuka mata -woosh!- mimpipun sirna, tanpa jejak terekam dalam memori. Dari mimpi yang dialami, entah dengan orang lain, aku paling menginginkan mimpi indah yang menjadi nyata. Well, siapa yang ga mau? ;)
Ketika sudah bermimpi yang menyenangkan, sepertinya 24 jam sehari pun ga cukup untuk mimpi hadir dalam tidur kita. Sayangnya, ga setiap tidur kita bermimpi yang diinginkan hati. Kadang, yang sangat tidak kita inginkan, atau kita khawatirkanlah yang menemani istirahat kita. Berbanding terbalik dengan mimpi jenis pertama, mimpi buruk a.k.a nightmare a.k.a bad dream, meski hanya sejam "menyapa" membuat tidur terasa begitu lama.
What's worst about nightmare? When it's not just a nightmare. It's real. It happens in reality.
Beberapa malam lalu, aku sempat mengalami hal itu. First, I thought it was just another bad dream. Then I woke up, and realized... Damn! It's a real story! Mau kesal sama mimpi, tapi mimpi salah apa? Mau marah sama orang-orang yang "berperan" dalam mimpiku itu, tapi itulah kondisi mereka sebenarnya. Setelah sukses menenangkan diri, mengumpulkan nyawa, dan menyadari dimana saat aku terbangun berada, aku sadar hanya ada satu orang yang patut dan layak aku persalahkan. Diriku.
Want to know what was my dream? Aku sedang berada di wisuda seseorang yang kuliah satu angkatan di bawahku, bersiap-siap menuju wisuda BK 2009, dimana ada beberapa seangkatanku juga yang menjadi wisudawan dan wisudawati, entah kenapa ada orangtuaku, dan mereka bertanya, dengan suara rendah:
"Kapan kamu wisuda?"

Pejuang Skripsi,
-M

Sunday, November 17, 2013

The Difference

What's the difference between BOY/GIRL FRIEND and BOY/GIRLFRIEND?

Space.

So if your BOY/GIRL FRIEND is closer than your BOY/GIRLFRIEND, better for you to reconsider who's your real BOY/GIRLFRIEND.

Spread the love,
M

Monday, September 23, 2013

When Good is Enough

Dalam beberapa hal, yang terbaik untuk kita bukanlah yang berlabel "lebih baik".
Bahkan yang berlabel "terbaik" saja kadang bukanlah yang terbaik untuk kita, setidaknya bukan yang kita butuhkan.
Kadang, yang "baik" justru yang terbaik.

Bukan berarti kita  berhenti berusaha.
Bukan.
Hanya saja kita harus tahu kapan harus berhenti melangkah untuk menetapkan pilihan.

Bukan juga berarti kita tidak layak mendapatkan yang lebih baik.
Bukan.
Hanya saja akan selalu ada yang lebih baik dari yang telah kita miliki saat ini apabila kita bersabar.

Tapi, sampai kapan kita mau menunggu?

Saat kita memilih untuk menunggu, kita melewatkan kesempatan yang ada.
Good enough is the new perfection
Bisa kesempatan mempertahankan yang kita miliki, bisa juga kesempatan memiliki yang ada di depan mata.
Saat kita memilih untuk tidak menunggu, kita akan melewatkan kesempatan yang mungkin ada.
Kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik.

Apapun pilihan kita, selalu ada konsekuensinya.
Tidak perlu merasa takut untuk memilih.
Bukankah itu fungsi dari bersyukur?

Love,
M

Friday, August 02, 2013

Adrenaline Limit

I'm such an adrenaline junkie.
But, I will never agree to risk my life and put it in danger by spend the rest of my life with someone who can not control his
 emotion!

@MediaTami

Thursday, August 01, 2013

Supportive Spouse

"Bu, teteh pengen nikah muda deh..."
"Kamu sekarang umurnya berapa?"
"23..."
"Itu mah udah tua! Ga bisa nikah muda atuh..."
Beberapa bulan lalu, dialog itu terjadi di dapur antara aku dan Ibu. Obrolan santai tapi serius yang diselingi canda, walau kadang menimbulkan luka karena faktanya terlalu nyata. Tapi bukan nikah muda yang akan aku bahas saat ini, melainkan sosok di sebelah kananku ketika di pelaminan nanti.
Hingga detik ini, aku masih belum tau siapa yang akan menjabat tangan wali nikahku ketika ijab qabul. Aku masih mempertanyakan siapa dia?
Laki-laki yang Bapak ikhlaskan untuk menjadi penggantinya dalam menjagaku ketika aku "pergi" dari rumah...
Laki-laki yang akan menoleh ketika dipanggil "Ayah" oleh anak-anak kami...
Laki-laki yang senyumnya akan mengawali pagiku dan mengakhiri malamku...
Laki-laki yang membuatku ga ragu untuk menitikan air mata karenanya...
Laki-laki yang akan menjadi pendamping di sisa usiaku...
Mendapatkan orang yang bisa mendampingi aku, mungkin termasuk hal yang mudah. Apalagi kalau aku hanya menunjukkan sebagian dari diriku yang sesuai dengan keinginan mereka. Tapi, menurutku bukan itu esensi dari suatu hubungan, baik romantic relationship atau platonic relationship. Untuk apa didampingi orang dengan mengorbankan sisi lain dari diri kita? Itu hanya akan menjadi bom waktu yang ketika meledak akan menghancurkan hubungan yang telah terbina.
Teman dan sahabat adalah dua istilah yang berbeda, meski kadang ada yang menganggapnya sama. Hanya karena seseorang selalu bergaul denganku, berbagi cerita, tawa, dan rahasia, belum tentu layak dikatakan sahabat. Sahabat lebih dari itu.
Sahabat adalah

Saturday, July 13, 2013

Makanan Bangsawan VS Radikal Bebas

Olo!
Selamat berpuasa, kawan!

Puasa-puasa gini enaknya bahas makanan, tapi ga sembarang makanan yang bikin detoksifikasi kita sebulan ini sia-sia. Aku akan bahas tentang makanan favoritku yang terbaru yang sering disebut makanan bangsawan. Zaman Cina kuno, makanan ini hanya dinikmati oleh bangsawan, karena citarasanya yang lebih nikmat, pulen, dan wangi dibanding teman sejenisnya, serta kaya nutrisi. Selain itu, makanan ini juga memiliki umur panen yang panjang, 5 bulan.

Sudah bisa menebak makanan apa yang aku maksud? Aku kasih clue berikutnya, manfaat dari makanan ini: Mengandung antisianin dan antioksidan yang tinggi untuk melawan radikal bebas. Radikal bebas adalah atom atau molekul yang menyerang tubuh kita. Radikal bebas ini bersifat aktif dan ga stabil, anggap aja seperti ABG yang labil gitu... ;)
Karena ga stabil, radikal bebas mengambil elektron dari molekul lain yang menyebabkan molekul tersebut kehilangan elektronnya dan menjadi ga stabil sehingga mengambil elektron dari molekul lain. Ujung-ujungnya, jadi berantai deh. Gali lobang, tutup lobang. Siapa yang jadi korban? Sel dalam tubuh! Radikal bebas membuat sel mati. Hiks... 

Sumber radikal bebas seringnya ga kita sadari lho... Ini sumber-sumber radikal bebas yang sangat sering kita temui:

  1. Makanan tidak sehat, berlemak, digoreng, dan hangus (seperti kepingan hitam pada sate atau ikan/ayam bakar)
  2. Minuman beralkohol dan rokok! Sebatang rokok mampu melepaskan 3 triliun radikal bebas ke dalam aliran darah. >.<
  3. Bahan kimia seperti racun serangga
  4. Sinar UV

Bahayanya radikal bebas itu apa sih?

Sekilas Tentang Kamu

Definisiku tentang kesempurnaan.
Alasan adanya airmata.
Pemulas senyum di bibirku.
Kepercayaan tanpa batas.
Cinta tanpa syarat.
Kerinduan yang mendalam.
Penambah kebahagiaanku.
Pelengkap dalam hidupku.
Yes, I need you

Love,
M

Sunday, July 07, 2013

Can You Do It?

Beberapa kali pacaran, tapi masih mempertanyakan konsep setia. Apakah setia itu hanya "tetap bertahan dengan hubungan yang dijalani" atau "tetap bertahan pada satu cinta"?
Commitment
Sampai akhirnya iseng nanya di twitter "Setia itu apa sih?" dan mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Altaire dan Mikael, keduanya alumni Hitman System. Jawaban itu terangkum di tweet Kei beberapa bulan setelahnya.
SETIA itu bukan menahan diri untuk ga naksir orang lain, tapi tetap bertahan dengan hubungan yang sedang dijalani meski ada yang lebih baik di luar sana.
TAPI...
Setia juga ada syarat dan ketentuan yang berlaku:
1. Kedua belah pihak secured, menerapkan 5K dalam hubungan: kepercayaan, komunikasi, kompromi, komitmen, dan keintiman
2. Hubungan sehat, tidak mengalami kekerasan dalam hubungan, baik secara fisik, psikologis, emosi, maupun finansial.
Kalau mengalami salah satu kondisi di atas dan tetap bertahan dengan hubungan, selamat! Kamu setia! Tapi kalau hanya mengalami salah satu hal di atas, atau justru tidak mengalami sama sekali, tapi tetap bertahan dalam hubungan, BODOH! Itu bukan setia, menyakiti diri sendiri dengan sengaja.
Mari kita belajar menjadi setia! :)

Sweet, huh? :')

Please be true,
M

Wednesday, June 26, 2013

SYNG

Kalau ngetiknya aja masih "syg" atau "syng", gimana aku bisa percaya kamu beneran sayang aku? Ga niat gitu.

Love,
M

Sunday, June 16, 2013

New Member of The House of Da

I'm using Glyph Generator to make my house symbol. Lets have yourself a try! :)

El's symbol means hope, Da's symbol means harmony, synergy, and music
Respect,
Medianissa-Da

Friday, June 07, 2013

Kamu, Manfaat, dan Sesuatu

Hanya karena kamu berpikir sesuatu ga bermanfaat untuk kamu, belum tentu hal itu ga bermanfaat untuk orang lain. Kadang kita harus melihat dari sisi lain.
Misalnya, botol air minum dalam kemasan. Banyak orang yang aku lihat langsung meremas botol itu lalu membuangnya ke tempat sampah setelah air di dalamnya habis. Ada juga yang tanpa meremas, langsung membuangnya. Aku ga ada masalah dengan hal itu. Tho sudah tidak mereka butuhkan, kan? Aku pun terkadang seperti itu. Membuang hal yang aku anggap ga bermanfaat untukku. Ya salah satunya dengan membuang botol itu. :p

Tapi... Aku punya kebiasaan minum air putih sebelum dan sebangun tidur. Air minum dalam kemasan adalah salah satu hal yang praktis, Karena aku termasuk orang yang sering berpergian (baca: kelayapan), aku sering membawa pulang air minum dari luar, hingga akhirnya botol air minum itu "menumpuk" di kamar. Suatu hari, aku jengah melihat kondisi kamar yang "dipenuhi" botol bekas. Aku ambil trash bag dengan wangi vanilla, lalu aku masukan semua botol itu ke dalamnya, tanpa aku remas dulu. Sampah itu aku buang ke dapur. Kebetulan di sana ada bi Nani, PRT di rumah.
Bi Nani: "Ini botol dari mana?"
Aku: "Dari kamar. Banyak ya?" *nyengir*
Bi Nani: "Iya. Taro di situ aja... Bi Nani ngumpulin botol bekas buat dijual lagi. Lumayan buat nambah-nambah (uang)."
Itu obrolan sederhana. Tapi ngena. Selama ini aku terbiasa langsung "membuang" yang ga aku butuhkan atau menyepelekan hal yang dilihat dari segi manfaat, biasa saja untukku. Obrolan singkat aku dengan bi Nani menyadarkanku, selama ini aku melihat kebutuhan dan manfaat hanya dari sisi sempit. Seluas-luasnya pandanganku, hanya meliputi keluarga intiku. Padahal kalau aku mau berpikir lebih panjang dan melihat lebih luas, apa yang menurutku biasa saja, bisa membawa perubahan luar biasa untuk orang lain. Hal sederhana yang bisa aku lakukan lainnya adalah berbagi kebahagiaan atau informasi melalui media sosial, bisa lewat Twitter atau Facebook. Ga harus share note yang isinya motivasi atau petuah or whatsoever dari public figures, apalagi yang ada unsur agama, kok... Berbagi link  yang seru atau video lucu juga bisa bermanfaat untuk orang lain. Kita ga pernah mood tau followers atau teman kita di seberang sana gimana, tapi ga ada salahnya mencoba memberi sedikit hiburan, kan? ;)
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
-HR Ahmad, Thabrani, Daruqutni
Correct me if I'm wrong,
M

Monday, June 03, 2013

Tiga Ke-tiga

Tanggal 3.
Yang ke-tiga.

Bukan ke-tiga yang pertama, ataupun ketiga.

Tapi ke-tiga ini berbeda.
Tiga yang tidak terasa sudah ke-tiga, sejak kita sepakat untuk lebih bahagia di tiga bulan tiga.

Aku tidak tahu mengapa atau bagaimana.
Ke-tiga dengan kamu, yang bukan pertama, ataupun ketiga, terlewati begitu saja.
Cepat, tapi penuh makna.

Sampai bertemu di tiga-tiga berikutnya.

Penuh cinta,
M

Wednesday, May 29, 2013

So Sorry, S...

Ceritanya in a relationship with Skripsi mulai semester ini. Pacar udah oke aku mendua sama Skripsi. Aku juga udah rela diduakan oleh pacar dengan TA-nya. Tapiii...

Kenapa aku ga adil sama Skripsi?! Udah sebulan lebih Skripsi aku telantarkan begitu saja. Ga aku jamah... Ga aku beri sentuhan. Gimana aku dan Skripsi bisa putus secepat mungkin kalau aku bersikap jahat gini? :((((

So sorry,
M

Monday, May 20, 2013

Keajaiban Cewek: KEPO

Cewek itu kalau KEPO, apa yang dia ingin tahu, bisa dia dapatkan. Dari cara terang-terangan, sampai cara yang hanya dia dan Tuhan yang tahu. Jadi kalau ga mau kebongkar, jangan bikin cewek penasaran. :))

Curious Lady,
M

Monday, April 15, 2013

I'm Made For Him

He's my bestfriend.
Nicest person I've ever known.
He cares.
He always there for me whenever he can.
He's my superman.
I need him.
And I don't want to lose my bestfriend.


But now...

He's not only my bestfriend.
He's my boyfriend too.

My precious man.
Charming as always.
Sweet and romantic on his way.
But he's annoying.
Because he, somehow, makes me want to pray and shout out loud...


I'm Made For Him.

Friday, April 05, 2013

Selamat Malam, Kamu...

Aku tahu saat ini kamu berada di alam bawah sadarmu, setidaknya itu yang aku pikirkan ketika kamu bilang ingin tidur duluan beberapa menit lalu. Biarkan aku tetap berpikir seperti itu. Biarkan doaku ikut bersama tidurmu. Menjagamu, ketika ragaku terpisah puluhan kilometer dari tubuhmu.
Mereka bilang aku jatuh cinta. Kepadamu? Tentu saja. Kamu, manusia menyebalkan, menggemaskan, sekaligus mengagumkan. Semua orang pasti sanggup melihat perasaanku. Tapi mereka tidak tahu aku jatuh cinta sejak pertama kepada kamu, sosok pria yang sanggup membuatku selalu berharap untuk memiliki tambahan waktu setiap hari, apabila waktu tak bisa berhenti, hanya untuk menikmati momen denganmu. Hanya demi bersama kamu.
Kamu tidak perlu membaca tulisan ini hanya untuk mengetahui perasaaku, karena aku sering mengungkapkannya. "Aku butuh kamu" adalah kalimat yang aku pilih sejak dulu, hingga beberapa bulan terakhir aku menemukan kalimat lain yang aku yakini. Aku sayang kamu. Kamupun sayang aku, setidaknya itu intepretasiku dari kalimat "love you" yang kamu berikan. Untaian kata pembuat rona merah pada pipiku dan pemicu adrenalin yang membuat jantungku berdegup lebih cepat.
Akang, ketika rindu tidak dapat "diobati" dengan tatap muka, semoga kita bertemu dalam doa.

Perempuan (yang kamu bilang) cantikmu,
-M

Wednesday, March 27, 2013

Distraksi Malam Hari

Kost.
0017.

Masih setia menatap proposal yang sedang aku revisi di layar10 inch laptop merahku.
Masih tetap menarikan ke-10 jari tanganku di atas keyboard hitamnya.
Masih bertahan duduk di lantai beralaskan sandal wool ungu.
Masih berharap hujan turun untuk mendinginkan suasana kamar malam ini.
Masih sesekali meneguk air minum dalam kemasan yang aku beli tadi sore.

Dan tentunya...

Masih membutuhkan kamu mengabariku bahwa kamu sudah berada di kost atau kontrakan temanmu untuk istirahat malam ini.

Akang, cepat pulang. :(

Yang masih menantimu,
-M

Saturday, March 02, 2013

My Heart Skips a Beat

Bukan judul lagu kok... Hanya apa yang aku rasakan akhir-akhir ini setelah bertahun-tahun tidak mengalaminya.
Bukan sebuah masalah kok... Hanya merasa jantungku berhenti sejenak ketika melihat sosokmu menghampiriku.
Bukan sakit jantung kok... Hanya tubuhku yang bereaksi terhadap kehadiranmu.

Ya, hanya sejenak aku rasa jantungku berhenti sebelum berdegup kembali. Lebih cepat dari detak jantung normal. Jauh lebih kencang.

Detak jantungku semakin kencang ketika sentuhanmu terasa olehku. Debaran itu semakin terasa ketika hembusan napasmu menyentuh kulitku secara tidak sengaja.
Tidak, sekali lagi aku bukan sakit jantung atau kelebihan kafein yang membuat denyut meningkat. Aku hanya, entah mengapa, deg-degan ketika bersama kamu akhir-akhir ini. Andai kamu tahu betapa salah tingkahnya aku ketika kamu berada tepat di belakangku saat menemaniku kerja malam itu.
Ah, kamu.
Aku malu.


Love,

Mi

Sunday, January 27, 2013

Friendzone?

Dekat dengan seseorang, tanpa ikatan, karena 'terbawa suasana'. Masih bisa dekat juga dengan orang lain, bahkan mungkin menjalin hubungan yang lain itu.
Ah, betapa serunya memiliki hubungan seperti itu! Memiliki seseorang yang stand by untuk kita, tapi juga kita masih bisa mempunya orang lain dengan status pasangan.
A true friendzoned ;)

Aku pun akan sangat menikmatinya... Bila aku masih berusia belasan. Setidaknya hingga aku tepat berusia 20 tahun. Bukan twenty-something seperti saat ini.

Bukan hubungan seperti itu yang aku butuhkan. Well, awalnya aku juga menikmati. Tapi seiring berjalannya waktu, aku jenuh. Aku ga nyaman dengan ketidakjelasan ini.
Sahabat, katamu? Bersikaplah seperti itu! Berperilakulah selayaknya sahabatku yang lain. Ga perlu memberi 'fasilitas' yang ga layak seorang sahabat dapatkan.
AAARRGGHH!!!
Kepalaku sakit setiap memikirkan kita. Namun ajaibnya, setiap sakit itu hilang ketika kamu menyempatkan waktu untuk bertemu aku, meski hanya sekedar untuk mengantar makanan untukku yang entah mengapa sangat manja kepadamu. Ya, aku senang menghabiskan waktu sama kamu. Seperti yang pernah kamu tulis...

"I don't wanna miss it"

Curhat dari sahabat,
M

Monday, January 21, 2013

Boyce Avenue - On My Way


I wasn't there the moment
You first learned to breathe
But I'm on my way, on my way
I wasn't there the moment
You got off your knees
But I'm on my way, on my way

Lay down
And come alive in all you've found, All you're meant to be
For now
Wait until the morning light
Close our eyes to see
Just close your eyes to see

A tear must have formed in my eye
When you had your first kiss
But I'm on my way, on my way
So leave a space deep inside for everything I'll miss
Cause I'm on my way, on my way

Lay down
And come alive in all you've found
All you're meant to be
For now
Wait until the morning light
Close our eyes to see
Just close your eyes to see

And when you feel no saving grace
Well I'm on my way, on my way
And when you're bound to second place
Well I'm on my way, on my way
So don't believe it's all in vain
Cause I'm on my way, on my way
The light at the end is worth the pain
Cause I'm on my way, on my way

I'll be there the moment
You come out in white
Cause I'm on my way, on my way

Friday, January 18, 2013

Jaga Jarak Aman


Halo, kamu! Kalau kamu tidak hanya hidup di dalam rumah, kamu pasti pernah melihat tanda ‘Jaga Jarak Aman’ di jalan raya. Apalagi kalau kamu termasuk orang yang sering mengendarai kendaraan di tol, tidak hanya sebagai penumpang. Jaga jarak aman itu penting lho... Bukan hanya untuk yang baru belajar mengendarai mobil atau motor, tapi juga untuk orang yang sudah mahir nyetir. Kenapa aku bahas jaga jarak aman? Ga ada hubungannya dengan Taku kok... Sudah lama ga nyetir semenjak pengalaman di jalan raya yang beberapa bulan lalu sempat aku post. Jaga jarak aman yang akan aku bahas saat ini berhubungan dengan passion aku: love and relationship. Teteeeeppp...

Berdasarkan pengalamanku, jaga jarak aman dibagi menjadi dua kategori berdasarkan resiko:

1. Identified risks
Identified risks atau resiko-resiko yang sudah teridentifikasi a.k.a jelas resikonya adalah resiko-resiko atau kemungkinan yang bisa terjadi apabila kita memasuki jarak tidak aman dalam suatu hubungan. Misalnya, kita sudah lama dekat dengan seseorang sebagai teman, lalu karena terbawa suasana, kita jadi terlibat istilah ‘naksir’. Sebenarnya bisa saja kita meningkatkan status hubungan dari pertemanan menjadi pasangan, tapi karena ada resiko-resiko yang jelas kita memilih untuk tetap berada dalam zona pertemanan. Semacam friendzone? Mungkin.
Kita tahu harus jaga jarak aman karena adanya IR adalah kalau kita berhubungan dengan orang yang sudah kita kenal cukup lama, bukan orang baru dalam lingkaran sosial kita. Dalam banyak kasus hal ini terjadi pada dua orang teman, tapi bisa juga terjadi antara kita dengan rekan kerja (bahkan atasan!). Resiko-resiko apa saja yang mungkin terjadi? Yang paling sering terjadi adalah hancurnya kenyamanan yang telah terbina sebelumnya. Bahkan dalam kasus yang cukup berbahaya, akhirnya tidak ada lagi kata ‘teman’. Kalau berubah jadi pasangan sih ga apa-apa, lah ini malah jadi ga ketemuan. Malah menjauh. *pukpuk orang yang tertimpa hal itu*

Thursday, January 17, 2013

A Lie is Still A Lie Even When It's White

Ada satu serial di FOX Channel yang berjudul Lie to Me. Bercerita tentang Cal Lightman, seorang pria yang memiliki kemampuan menganalisis micro expression untuk mendeteksi apakah seseorang berbohong atau jujur. Di salah satu episode, Lightman Enterprise kedatangan siswa SD yang sedang study tour. Rekan Cal yang mengurus rombongan tersebut membuat satu lagu yang berjudul White Lie karena salah satu peserta tour melakukan sebuah kebohongan, meski dapat dikategorikan sebagai white lie. Salah satu lirik dari lagu tersebut adalah “but a lie is still a lie even when it’s white”.
Aku pikir sudah banyak yang tahu tentang istilah ini, bahkan aku percaya kita pasti pernah melakukan kebohongan yang baik ini meski hanya satu kali. Tapi aku akan coba menjelaskan mengenai white lie sepemahaman aku. White lie atau kebohongan yang baik (aku ga menemukan padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia) adalah kebohongan yang diucapkan semata-mata untuk menjaga perasaan seseorang atau membuat hal-hal tetap pada tempatnya, ga ada masalah (baca: lurus, stay on the track). Landasan dari hal ini adalah: kenyamanan bersama.
Contoh sederhana dari white lie adalah:
Cewek: Sayang, beratku nambah 5 kg nih... Keliatan makin gendut deh aku...
Cowok: Ga kok, sayang. Kamu ga keliatan makin gendut.
Bohong banget kalau berat badan naik 5 kg tapi ga keliatan. Tapi kadang cowok sengaja berbohong pada pasangannya hanya agar pasangannya merasa tetap nyaman dan percaya diri. Well, aku yakin alasan utamanya adalah karena ga mau menghadapi kesensitifan cewek kalau dibilang makin gemuk. Sebagai seorang perempuan dengan berat badan proporsional, aku pun agak sensitif kalau berat naik walaupun masih berada dalam BMI normal. Pasanganku dulu sering meledekku gendut karena penempatan lemak yang kurang oke dalam badanku, tapi dia pun sering menenangkan aku dengan bilang “iya, kamu lebih chubby, tapi ga terlalu keliatan gendut kok, ta...”. Aku tahu dia sebenarnya bohong, karena kalau beratku naik, sangat terlihat! Tapi aku menghargai usahanya untuk membuatku tetap nyaman dengan keadaan diriku, walupun dia jujur pun aku tetap percaya diri.
Itu salah satu contoh common white lie dalam hubungan percintaan. Ada lagi contoh lain yang akhir-akhir ini sering aku temui dari teman-teman terdekatku.

Monday, January 14, 2013

Kau Tahu Cemburu?

Kau tahu cemburu?Kata arsitek, semacam struktur material yang hinggap dan membuat tak normal.Kata dosen, seperti ketidakhadiran yang mempengaruhi penilaian.Kata ayah, semacam degup yang berdetak cepat di saku dada kiri ketika mengingat hal itu. 

Dikutip dari status Facebook Muhammad Brian Al Rasyid