Wednesday, October 24, 2012

Selamat Pagi, Hati

Selamat pagi, Hati.
Bagaimana kondisimu saat ini?
Maaf karena sempat membuatmu terikat pada ketidakpastian.
Maaf juga karena pernah memaksamu bertahan pada ketidaknyamanan.
Tapi, saat ini kamu sudah merdeka kembali.
Silahkan mencari tambatan yang layak untukmu menetap.

Sayang kamu, Hati.
M

Saturday, October 13, 2012

Pencerahan di Penghujung Hari

Hey!
How's life? Mine is good. Better. Sudah baca postku yang berjudul (mem)Berani(kan diri) Bersama Taku? Coba kamu baca dulu supaya bisa membantu menganalisis, siapa tahu apa yang terjadi antara aku dan Taku Selasa berpengaruh pada pikiranku...dan hatiku. Supaya tau ada pengaruhnya atau ga, berarti harus ada momen dimana aku harus berpikir mengambil keputusan yang cukup berpengaruh terhadap masa depanku. BK banget ya bahasaku? :))

Here's my story...

Rabu kemarin aku ke Jakarta, sesuai jadwal. Karena ada harapan yang tak kunjung jadi nyata, aku 'terdampar' di Jakarta hingga sore hari. Mau langsung pulang lagi ke rumah, masih lelah. Aku pun memutuskan untuk nonton Perahu Kertas 2. Sendirian. Kalau kamu sudah nonton Perahu Kertas 2 dari awal hingga akhir, ga (ke)tidur(an) atau mengalami gangguan lain selama menonton, kamu akan sadar ada adegan ketika Remi memutuskan hubungannya dengan Kugy di pantai. Untaian kata-kata dari Remi merupakan pencerahan bagi dilema yang aku rasakan saat itu. Kalimat sederhana, penuh makna, yang terucap jelas dari bibirnya seakan menjadi ombak yang menghapus keresahan jiwaku yang dinaungi kegalauan.
Cari pasangan yang bisa kasih kamu hal tanpa kamu minta. Kamu sudah menemukannya. Tapi aku belum.
Spread the love,
M

Wednesday, October 10, 2012

(mem)Berani(kan) Bersama Taku

Who's Taku? Another man?
Aku ga heran kalau kalian menyangka seperti itu. Yaa... Bisa dibilang Taku adalah 'laki-laki', walaupun harus aku akui kalau Taku sama sekali bukan termasuk makhluk hidup. Taku adalah nama mobilku... mmm... Mobil Ibu lebih tepatnya. Usia Toyota Starlet putih ini lebih tua dariku, tapi baru kami 'adopsi' hampir seminggu ini. Mesinnya masih oke, walaupun dari body dan interiornya mencerminkan usia sebenarnya. Gimana ga mencerminkan usianya kalau masih pakai radio tape instead of DVD player? :)
Orang pertama yang 'dekat' dengan Taku adalah sahabatku, my best man, Fahmi. Dia yang nemenin aku cari alamat Taku, bawa ke Bogor, dan jalan-jalan pertama Taku di Bogor pertama kali. Orang kedua yang coba dekatin Taku adalah Bapak, tapi Bapak... mmm... Kurang klop sama Taku. Hufff. Ada bagusnya juga sih, berarti 'penguasa' Taku di rumah adalah AKU! MWAHAHAHAHA. Eh, itu kalau ga ada Fahmi deh... Ibu sepertinya lebih mempercayakan Taku pada manusia super itu dibanding aku. Aku juga sih lebih percaya kalau dia yang berada di belakang stir Taku daripada aku sendiri. :p
Minggu pagi kemarin, aku berhasil 'mendesak' Bapak untuk ajarin aku nyetir mobil. Not bad untuk pemula walaupun masih ngaco ketika harus nge-gas setelah nge-rem. I'm so bad on this. Kami ga lama berada di tempat latihan. Niatnya, next practise aku latihan untuk gonta-ganti gigi. Ga asik kalau nyetir cuma pakai gigi 1. Pfftt. Dasar aku tipe orang yang learning by doing (baca: langsung praktik), beberapa hari setelah latihan (tepatnya hari ini), aku bawa Taku langsung ke jalan raya! Selamat sampai rumah? Pastinya. Tapi, ga seru kalau langsung sampai rumah. Karena itu aku akan cerita apa yang terjadi selama di jalan menuju rumah. ;)