Thursday, September 27, 2012

Kegalauan Mahasiswa Tingkat Akhir

Hai!
Jumpa lagi bersama aku, pemilik/ kontributor blog ini, masih dalam suasana galau, meski bukan tentang hubungan dan perasaan. Kali ini aku berada dalam suatu kegalauan berhubungan dengan suatu hal yang pastinya akan dihadapi oleh setiap mahasiswa S1: hal-yang-tidak-boleh-disebut-namanya (baca: skripsi).
Harusnya aku memulai skripsi dari semester lalu, tapi karena (yang orang-orang sebut) idealisme, aku memutuskan untuk fokus kuliah dulu semester kemarin, dan memulai proyek terakhir sebagai mahasiswa S1 semester ini. Semester SEMBILAN.
Awal semester 097 ini dimulai 3 September 2012. Harusnya, karena udah telat, proposal skripsiku bisa masuk di awal semester supaya jurusan bisa segera mengurus sempro a.k.a seminar proposalku dan beberapa teman yang juga baru sempat berkecimpung di proyek S ini. Tapi karena kami belum tertarik untuk mengurus proposal, akhirnya kami memperpanjang liburan setelah sepakat awal Oktober akan menyerahkan proposal skripsi pada jurusan. Namuuuun... Hingga 27 September 2012 aku belum menyentuh file proposal aku sama sekali! MWAHAHAHA. Tertawa miris. Padahal mulai tanggal 1 Oktober nanti, selama sebulan, dibuka pendaftaran SHP.
Well, bisa saja aku ikut daftar asal tanggal 1 nanti aku benar-benar sudah menyerahkan proposal untuk ditindaklanjuti oleh pihak jurusan DAN diperlancar oleh jurusan, tapi... Aku harus ekstra mengejar ketinggalan kalau mau lulus semester ini. Paling lambat dalam 3 minggu, dimulai dari tanggal 1 nanti, aku harus bisa menyelesaikan skripsiku. Kalau mas Beny dan mas Yoyok aja bisa fokus, kenapa aku ga?
SEMANGAT! Ingat kata-kata mas Yoyok:
Tenang dan ikhlas, bukan santai! :)

Mahasiswa Tingkat Akhir,
M

Monday, September 24, 2012

Eksistensi

Status Facebook aku 15 September 2012:
"Jika aku adalah apa yang aku miliki, bila apa yang aku miliki hilang, maka apalah aku?" - Erich Fromm
Komentar dari Yoyok:
"Eksistensi itu ga ada. Hanya ada eksistensi pinjaman atau sesaat. Karena semua milikNya dan semua akan kembali kepadaNya. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semakin kita sering mengingat hal ini, semakin lebih mudah hidup ini. :)"
Correct me if I'm wrong,
M

Hei, Kamu!

Hei, kamu!
Melihatmu membuatku menyesal.
Bukan menyesal akan hadirmu, tapi menyesal karena kekurangsabaran aku menunggu sendiri selama beberapa tahun terakhir.

Wednesday, September 12, 2012

Galauku (bagian 2)

Aku sadar...
Ketika sudah terbiasa bersama dengan seseorang...
Kita cenderung melakukan segala hal demi mempertahankan kebiasaan itu...
Termasuk menahan rasa sakit yang ditimbulkan akibat ketidaklayakan kebiasaan itu dipertahankan.