Sunday, December 30, 2012

Enlightment

Hari ke-89

Selamat malam.
Iya, di tempatku mengetik post ini memang sudah malam. Dini hari, tepatnya. Waktu di laptop seorang teman dekatku ini menunjukkan pukul 1 lewat 46 menit. Bukannya aku terbangun setelah sempat menikmati tidur, tapi karena aku memang belum tidur lagi sejak alarmku berbunyi pukul 8 pagi tadi... err... kemarin.
Banyak hal yang terjadi beberapa minggu terakhir di tahun Naga Air ini. Banyak juga hal yang belum terjadi dan tidak terjadi, misalnya kiamat dan seminar proposal skripsiku. Tapi aku tidak akan membahas hal itu. Not in the mood. Saat ini aku akan share tentang apa yang terpikir olehku setelah ngobrol santai dengan beberapa orang terdekatku. Kalau kamu pernah membaca postku sebelum-sebelum ini, kamu pasti bisa memprediksi apa yang akan aku ceritakan. ;)
Tepat hari ini, Minggu, 30 Desember 2012, aku memasuki hari ke-89 sebagai perempuan single. Oke, kalau istilah itu terlalu bagus, aku ganti dengan 'jomblo'. Setelah menyandang status baru ini bukan berarti aku ga dekat dengan laki-laki lain. Sempat dekat dengan beberapa orang, tapi karena aku ga mau punya hubungan sampai akhir tahun ini, jadi aku cut off. Apalagi salah satu orang sempat dekat itu melabeli aku sebagai PHP a.k.a pemberi harapan palsu.
Bagaimana hubunganku dengan mantan terakhirku? Hingga Jumat siang masih sangat baik. Kami masih saling menghubungi via twitter, BBM, dan/atau SMS. Tapi sekali lagi aku tegaskan, hingga Jumat siang. Dari rentang waktu antara Jumat siang-Minggu dini hari ini banyak hal yang muncul di pikiranku. Yup, betul... Aku sudah mulai bisa berpikir kembali.
Ini semua berawal dari komentar sahabatku:
Lo terlalu manjain dia. Dia jadi ga mandiri.
Aku pun langsung merefleksikannya. Apa yang dia ucapkan benar adanya. Aku terlalu memanjakan dia...dan diriku, sehingga kami berada dalam kondisi yang anak-anak gaul Twitter sebut "Gagal Move On". Kami belum berani keluar dari zona nyaman kami. Kami masih saling mencari. Kami masih ingin berada di sisi satu sama lain, tapi tidak untuk dalam hubungan. Istilah apalagi yang layak untuk kondisi kami?

Wednesday, October 24, 2012

Selamat Pagi, Hati

Selamat pagi, Hati.
Bagaimana kondisimu saat ini?
Maaf karena sempat membuatmu terikat pada ketidakpastian.
Maaf juga karena pernah memaksamu bertahan pada ketidaknyamanan.
Tapi, saat ini kamu sudah merdeka kembali.
Silahkan mencari tambatan yang layak untukmu menetap.

Sayang kamu, Hati.
M

Saturday, October 13, 2012

Pencerahan di Penghujung Hari

Hey!
How's life? Mine is good. Better. Sudah baca postku yang berjudul (mem)Berani(kan diri) Bersama Taku? Coba kamu baca dulu supaya bisa membantu menganalisis, siapa tahu apa yang terjadi antara aku dan Taku Selasa berpengaruh pada pikiranku...dan hatiku. Supaya tau ada pengaruhnya atau ga, berarti harus ada momen dimana aku harus berpikir mengambil keputusan yang cukup berpengaruh terhadap masa depanku. BK banget ya bahasaku? :))

Here's my story...

Rabu kemarin aku ke Jakarta, sesuai jadwal. Karena ada harapan yang tak kunjung jadi nyata, aku 'terdampar' di Jakarta hingga sore hari. Mau langsung pulang lagi ke rumah, masih lelah. Aku pun memutuskan untuk nonton Perahu Kertas 2. Sendirian. Kalau kamu sudah nonton Perahu Kertas 2 dari awal hingga akhir, ga (ke)tidur(an) atau mengalami gangguan lain selama menonton, kamu akan sadar ada adegan ketika Remi memutuskan hubungannya dengan Kugy di pantai. Untaian kata-kata dari Remi merupakan pencerahan bagi dilema yang aku rasakan saat itu. Kalimat sederhana, penuh makna, yang terucap jelas dari bibirnya seakan menjadi ombak yang menghapus keresahan jiwaku yang dinaungi kegalauan.
Cari pasangan yang bisa kasih kamu hal tanpa kamu minta. Kamu sudah menemukannya. Tapi aku belum.
Spread the love,
M

Wednesday, October 10, 2012

(mem)Berani(kan) Bersama Taku

Who's Taku? Another man?
Aku ga heran kalau kalian menyangka seperti itu. Yaa... Bisa dibilang Taku adalah 'laki-laki', walaupun harus aku akui kalau Taku sama sekali bukan termasuk makhluk hidup. Taku adalah nama mobilku... mmm... Mobil Ibu lebih tepatnya. Usia Toyota Starlet putih ini lebih tua dariku, tapi baru kami 'adopsi' hampir seminggu ini. Mesinnya masih oke, walaupun dari body dan interiornya mencerminkan usia sebenarnya. Gimana ga mencerminkan usianya kalau masih pakai radio tape instead of DVD player? :)
Orang pertama yang 'dekat' dengan Taku adalah sahabatku, my best man, Fahmi. Dia yang nemenin aku cari alamat Taku, bawa ke Bogor, dan jalan-jalan pertama Taku di Bogor pertama kali. Orang kedua yang coba dekatin Taku adalah Bapak, tapi Bapak... mmm... Kurang klop sama Taku. Hufff. Ada bagusnya juga sih, berarti 'penguasa' Taku di rumah adalah AKU! MWAHAHAHAHA. Eh, itu kalau ga ada Fahmi deh... Ibu sepertinya lebih mempercayakan Taku pada manusia super itu dibanding aku. Aku juga sih lebih percaya kalau dia yang berada di belakang stir Taku daripada aku sendiri. :p
Minggu pagi kemarin, aku berhasil 'mendesak' Bapak untuk ajarin aku nyetir mobil. Not bad untuk pemula walaupun masih ngaco ketika harus nge-gas setelah nge-rem. I'm so bad on this. Kami ga lama berada di tempat latihan. Niatnya, next practise aku latihan untuk gonta-ganti gigi. Ga asik kalau nyetir cuma pakai gigi 1. Pfftt. Dasar aku tipe orang yang learning by doing (baca: langsung praktik), beberapa hari setelah latihan (tepatnya hari ini), aku bawa Taku langsung ke jalan raya! Selamat sampai rumah? Pastinya. Tapi, ga seru kalau langsung sampai rumah. Karena itu aku akan cerita apa yang terjadi selama di jalan menuju rumah. ;)

Thursday, September 27, 2012

Kegalauan Mahasiswa Tingkat Akhir

Hai!
Jumpa lagi bersama aku, pemilik/ kontributor blog ini, masih dalam suasana galau, meski bukan tentang hubungan dan perasaan. Kali ini aku berada dalam suatu kegalauan berhubungan dengan suatu hal yang pastinya akan dihadapi oleh setiap mahasiswa S1: hal-yang-tidak-boleh-disebut-namanya (baca: skripsi).
Harusnya aku memulai skripsi dari semester lalu, tapi karena (yang orang-orang sebut) idealisme, aku memutuskan untuk fokus kuliah dulu semester kemarin, dan memulai proyek terakhir sebagai mahasiswa S1 semester ini. Semester SEMBILAN.
Awal semester 097 ini dimulai 3 September 2012. Harusnya, karena udah telat, proposal skripsiku bisa masuk di awal semester supaya jurusan bisa segera mengurus sempro a.k.a seminar proposalku dan beberapa teman yang juga baru sempat berkecimpung di proyek S ini. Tapi karena kami belum tertarik untuk mengurus proposal, akhirnya kami memperpanjang liburan setelah sepakat awal Oktober akan menyerahkan proposal skripsi pada jurusan. Namuuuun... Hingga 27 September 2012 aku belum menyentuh file proposal aku sama sekali! MWAHAHAHA. Tertawa miris. Padahal mulai tanggal 1 Oktober nanti, selama sebulan, dibuka pendaftaran SHP.
Well, bisa saja aku ikut daftar asal tanggal 1 nanti aku benar-benar sudah menyerahkan proposal untuk ditindaklanjuti oleh pihak jurusan DAN diperlancar oleh jurusan, tapi... Aku harus ekstra mengejar ketinggalan kalau mau lulus semester ini. Paling lambat dalam 3 minggu, dimulai dari tanggal 1 nanti, aku harus bisa menyelesaikan skripsiku. Kalau mas Beny dan mas Yoyok aja bisa fokus, kenapa aku ga?
SEMANGAT! Ingat kata-kata mas Yoyok:
Tenang dan ikhlas, bukan santai! :)

Mahasiswa Tingkat Akhir,
M

Monday, September 24, 2012

Eksistensi

Status Facebook aku 15 September 2012:
"Jika aku adalah apa yang aku miliki, bila apa yang aku miliki hilang, maka apalah aku?" - Erich Fromm
Komentar dari Yoyok:
"Eksistensi itu ga ada. Hanya ada eksistensi pinjaman atau sesaat. Karena semua milikNya dan semua akan kembali kepadaNya. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semakin kita sering mengingat hal ini, semakin lebih mudah hidup ini. :)"
Correct me if I'm wrong,
M

Hei, Kamu!

Hei, kamu!
Melihatmu membuatku menyesal.
Bukan menyesal akan hadirmu, tapi menyesal karena kekurangsabaran aku menunggu sendiri selama beberapa tahun terakhir.

Wednesday, September 12, 2012

Galauku (bagian 2)

Aku sadar...
Ketika sudah terbiasa bersama dengan seseorang...
Kita cenderung melakukan segala hal demi mempertahankan kebiasaan itu...
Termasuk menahan rasa sakit yang ditimbulkan akibat ketidaklayakan kebiasaan itu dipertahankan.

Monday, July 23, 2012

Comeback!

Yup. Sudah lama aku ga posting. Beberapa bulan. Banyak hal menarik yang belum aku ceritakan.
Ramadhan ini akan aku jadikan sebagai moment kembalinya aku ke dunia blogging.
So... Keep come and visit my blog. :)

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Xoxo,
M

Saturday, March 17, 2012

Cemburu-Posesif

Cemburu adalah ciri posesif.
Bila berbicara mengenai posesif, jangan pernah mengaitkannya dengan perasaan, karena posesif selalu tentang ego.
Tentang harga diri.
Kepemilikan.

Spread the love,
M

Wednesday, February 15, 2012

Kursus Kilat Menggunakan Twitter


Addicting social media
Sepertinya kalau kalangan muda belum pernah mendengar istilah Twitter, khususnya di kota besar, bisa dibilang norak, katro, udik, dan sebutan lainnya yang tepat untuk menggambarkan kondisi 'ga gaul' dan 'ga up tp date'. Hampir setiap remaja memiliki account social media ini, meski beberapa mungkin jarang ngetwit a.k.a update twitternya. Tidak hanya remaja yang 'terjerat' godaan socmed yang mampu memberi informasi dalam 140 karakter, kaum yang lebih tua pun ikut membuat akun twitter dengan berbagai tujuan. Dari rakyat biasa hingga politisi dan sosialita ikut meramaikan Twitterland. Artis dan selebritis? Jangan tanya! Official account para public figures sudah banyak berkeliaran. Twitter adalah salah satu media sosial yang ajaib karena mampu 'menggoyangkan' dunia nyata hanya dalam sekejap. Kejadian yang terjadi dalam realita begitu cepat tersebar melalui Twitter. Hebat, bukan?

Aku pun bergabung di Twitter sudah cukup lama, entah pertengahan 2009 atau 2010, meski baru aktif akhir 2010. Seperti jejaring sosial dan media sosial lain, aku mencoba untuk explore sendiri. Aku cari tahu istilah-istilah dan fungsi yang terdapat di Twitter:
  1. Tweet: Kabar atau informasi yang kita tulis dalam 140 karakter
  2. Following: Akun yang kita ikuti (follow) tweetnya
  3. Timeline: Halaman tempat munculnya tweet yang kita tulis dan following
  4. Follower: Akun yang mengikuti tweet kita
  5. Mention: Memasukan akun lain dalam tweet yang kita tulis
  6. Reply: Membalas tweet akun lain (bisa tweet biasa atau yang mention akun kita)
  7. Old Style Retweet: Mengirim ulang tweet akun lain yang dapat ditambahkan dengan komentar kita
  8. New Style Retweet: Langsung mengirim ulang tweet akun lain (forward)
  9. Direct Message: Pesan yang dapat dikirim langsung pada akun yang menjadi follower kita.
  10. Trending Topic: Topik yang sering dibicarakan selama seharian (World Wide dan Local)
Tweet, mention, reply, dan RT akan muncul pada TL kita dan follower. Tapi DM hanya dapat dibaca oleh orang yang kita kirimi. Sejauh ini mengerti? Kalau iya, akan aku lanjutkan pada alasan mengapa aku menulis post ini. Kalau belum mengerti? Silahkan baca ulang dari awal sampai mengerti. ;)

Hingga detik aku tulis post ini, followingku ada 327, yang terdiri dari berbagai lapis kalangan. Mostly teman-teman yang sudah aku kenal di dunia nyata. Meski ada lebih dari 300 account yang aku follow, tidak semua aktif ngetwit. Tapi tetap saja tweet yang menghiasi TLku bervariasi. Aku tidak bermasalah dengan hal itu, karena itulah 'akibat' yang harus aku tanggung karena memfollow ratusan akun. Yang membuatku terganggu adalah 'ngobrol' dengan fasilitas RETWEET. Lebih parah lagi sudah ngobrol dengan cara saling RT, tweetnya pun sudah over character sehingga memanfaatkan twitlonger. It's so damn annoying, you know!!!

Kalau memang ingin ngobrol, kalian bisa saling memanfaatkan fasilitas REPLY, bukan RT. Kalau lupa tweet sebelumnya, ada yang namanya CONVERSATION. Kalian bisa lihat di situ. Seandainya tweet yang kalian RT memang penting untuk dikomentari dan berguna bagi follower kalian, ga apa-apa. Kalau cuma penuhin TL? Grrr. Sudah beberapa orang yang aku unfollow karena mengganggu kenyamanan TL aku. Beberapa temanku bilang, "yaudah sih... Mute aja.". Aku lebih memilih untuk langsung unfollow orang dibanding masih memfollownya, tapi aku bisukan tweetnya sehingga tidak muncul di TL. Untuk apa aku memfollow orang yang tweetnya dengan sengaja tidak aku lihat?

Use it wisely, guys!

Follow
 @MediaTami

Tuesday, February 14, 2012

Satu Hari Berjudul Valentine's Day

Sudah lama ingin menulis tentang label yang diberikan untuk setiap tanggal 14 Februari: Hari Valentine.

Aku adalah seorang muslim yang hidup di tengah-tengah dominasi Islam. Otomatis perilaku aku pun diharapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan masyarakat. Di sekolah pun aku diajarkan bahwa "seseorang adalah bagian dari suatu kaum apabila ikut merayakan yang kaum itu rayakan". Contoh sederhananya adalah seorang muslim dilarang memberi ucapan natal karena dianggap ikut merayakan natal. Untuk hal ini, akan aku share di kesempatan lain. Selain itu, aku pun 'diajarkan' untuk tidak merayakan, bahkan sekedar mengucapkan, Valentine's Day, karena dalam Islam tidak ada Hari Valentine.

Dimulai dari SMP hingga SMA, ada gosip setiap Februari tanggal 14, akan ada razia cokelat di sekolah. Silly! Valentine mungkin identik dengan cokelat, tapi membawa cokelat setiap 14 Februari bukan berarti merayakan Valentine! Lagipula, apa masalahnya membawa cokelat ke sekolah untuk diberi kepada orang yang disuka?

Aku ga akan bahas tentang sejarah Valentine. Panjang. Tapi terlepas dari sejarah dan latar belakang V Day, pernahkah kamu melihat Hari Valentine sebagai momen ketika orang-orang berani mengungkapkan sayangnya?
Sadarkah kamu bahwa orang-orang lebih berani untuk mengungkapkan cinta dalam rangka Valentine?

Kalau kamu hanya melihat Valentine's Day dari sisi "itu bukan tradisi Islam!", kamu akan mentok terus-terusan di situ, tanpa sadar fenomena sebenarnya yang terjadi dalam Hari Merah Jambu ini. Awalnya aku juga 'alergi' terhadap V Day, walaupun tetap makan cokelat yang aku dapat. Tapiii... Aku sadar banyak hal yang terjadi di hari ini dan tidak semua keberanian yang ada adalah baik. Ada yang menjadikan V Day sebagai momen yang pas untuk have sex dengan pasangannya, meski belum menikah (dan masih dibawah umur!). Tentu saja ini bukan hal yang baik. Karena itu aku coba untuk 'nyemplung' agar bisa melihat sisi lain dari Valentine dan membantu generasi muda agar tetap menjadikan hari ini sebagai momen yang positif.

Kalau kamu beralasan "Ngungkapin cinta kan ga harus pas Valentine", aku setuju. Setuju banget! Tapiii... Tidak semua orang mampu dengan mudah untuk mengungkapkan cintanya. Karena itu aku bilang V Day adalah momen yang, somehow, memberi energy boost bagi orang-orang tertentu dalam mengungkapkan cinta. Kalau kamu mudah mengungkapkannya, bersyukurlah. Kalau tidak?

Kalau menurutmu "Valentine kan ga harus sama pasangan!", kamu benar. Tapiii... Kalau sama teman-teman atau keluarga, bisa setiap hari kan? :p Lagipula kalau kamu memang punya pasangan, kamu akan cenderung memilih untuk bersama pasangan. Kalau punya ya... V Day termasuk romantic day.

Untuk 'merayakan' V Day, ga harus ada cokelat, bunga, parfum, atau hadiah lainnya. Cukup bersikap lebih manis dan romantis dari biasanya. Sederhananya, V Day adalah momen yang pas untuk bersikap romantis pada setiap orang. Kamu bisa lebih sering tersenyum. Kamu juga bisa bagi-bagi cokelat atau permen atau apapun itu pada orang lain dengan alasan "happy Valentine's day!". Iya kan?

Sekian pendapat aku tentang Valentine's Day. Have a positive love.

Spread the love.
Mediatami

Monday, February 13, 2012

(Pernah) Cinta (?)

Merasa sedikit bingung dengan judul post ini? Sama. Aku pun bingung mencari judul yang pas untuk post ini. Tapi, karena aku adalah orang yang baik hati, maka aku akan menjelaskan alasan mengapa aku memilih '(Pernah) Cinta (?)' sebagai judul post ini... Setelah kita ngobrolin beberapa info di dunia hiburan, umm, gosip lebih tepatnya. ;)

Kisah nyata yang akan aku bahas sekarang adalah tentang seorang public figure, artis ganteng yang saat ini menjabat sebagai bupati di sebuah daerah di luar Jawa, Zumi Zola. Pria lajang ini dilaporkan oleh Bernali Something a.k.a Aldi, (mantan) suami Farnita, atas tuduhan perzinahan. Yup! Menurut penuturan Aldi, Farnita (saat itu masih berstatus istrinya) berselingkuh DAN melakukan hubungan seksual dengan Zola.

Lets skip the whole story.

Poin penting menurutku: 
  1. Suami melaporkan pihak ketiga karena telah melakukan perzinahan dengan istrinya
  2. Ketika melaporkan, suami dan istri tersebut dalam proses perceraian
  3. Pihak ketiga pernah meminta maaf kepada suami sebelum ada kasus pelaporan
  4. Kurang informasi dari pihak istri
  5. (Mantan) Suami membeberkan bukti berupa foto perzinahan antara (mantan) istri dan pihak ketiga
Dalam kasus Zola-Farnita-Aldi, yang paling mengumbar kisah adalah Aldi, karena merasa dirinya-lah korban dari perselingkuhan ini. Mungkin memang benar kenyataannya seperti itu. Aku turut prihatin. TAPIII... Mengumbar bukti foto telanjang sang (mantan) istri di media menurutku tindakan yang ceroboh. Mengapa? Masyarakat mungkin bisa mengerti bahwa Aldi yang menjadi pihak teraniaya dalam kasus ini. Aldi berhak sakit hati atas perlakuan orang yang dicintainya. Meskipun demikian, seorang mantan suami tetap harus menghormati sang mantan istri. Apakah karena sudah bercerai, lalu putus hak dan kewajiban? Well, untukku tidak segampang itu. Baik mantan suami maupun istri harus saling menjaga dan menghormati mantan pasangannya. Salah satunya adalah dengan tidak sesumbar foto 'mesum' mantan pasangan dengan dalih bukti untuk kasus.

Aku memang tidak mengikuti kasus ini secara jelas dan lengkap, karena inti kasusnya tidak menarik. Yang membuat aku tertarik adalah sikap dari Aldi sebagai mantan suami. Alasan judul post aku adalah ini. Masih atau pernah mencintai seseorang, seharusnya manusia tetap bertanggung jawab atas hal yang berhubungan dengan cintanya itu. Idealnya manusia tetap saling menjaga, menghormati, dan menghargai. Bukankah itu esensi cinta? Baik masih ataupun pernah.


In my very honest opinion.
Correct me if I'm wrong.

Mediatami

Wednesday, February 01, 2012

Kejutan Lain Dari Jurusan Untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

Aku ga suka kejutan, meski hidup sendiri penuh kejutan. Tapi aku suka memberi kejutan bagi orang lain, kejutan yang baik tentunya. Berbicara tentang kejutan, aku ingin menceritakan latest surprise dari jurusanku tercinta yang aku dapat pagi ini. 

 Seperti biasa, kalau buka FB, aku selalu menyempatkan diri untuk mampir ke group KMBKR'08. Aku baca post dari Muchti yang menginfokan bahwa menurut salah satu staf jurusan yang saat ini sedang hamil (seriously, kehamilan dia ga ada hubungannya dengan info dari Muchti):
Angkatan 2008 WAJIB mengambil mata kuliah Logika seperti 2011
Mengapa? Karena 2008 menggunakan kurikulum baru (tapi masih percobaan). Yang bikin ngaco, jurusan ga mau bukain kelas untuk 2008 di semester ini (baca: semester 8), tapi akan dibuka kelas untuk SP. DUIT LAGI, SOB!!!
Setelah chatting dengan Muchti dan Velli, kami sepakat untuk ikut MK di kelas reguler, bareng 2011 atau 2009. Entahlah. MK itu memiliki 2 dosen pengampu, Kak Aip dan Pak Yang-Tidak-Disukai-Angkatan-2008. Kami sepakat untuk input kode seksi 1512 yang dosennya Kak Aip.
'Kejutan Tahun Akhir'

Ga kurang gila jurusanku? Mahasiswa tingkat akhir yang (harusnya) cuma ambil skripsi, tiba-tiba disuruh ambil MK baru dan wajib. Mentang-mentang sks yang diambilnya sedikit, bukan berarti bisa semena-mena gini. Grrr. Kejutan yang 'menyenangkan'. Aku sih ga masalah ambil mata  kuliah ini. Garing juga kalau cuma 4 sks. :p
KRS semester 096 a.k.a 8

Berapa sks yang aku ambil semester ini? 6 sks. Penelitian Pendidikan dan Konseling 4 sks dan Logika 2 sks. Skripsi? Semester depan.


Mahasiswa Tingkat Akhir,
Mediatami

Tuesday, January 31, 2012

Skrips**t

Here we go again... Curhatan mahasiswa tingkat akhir.
Jumat kemarin, 27 Januari 2011, sekitar jam 9-10 malam, aku dapat SMS dari salah satu dosen. Intinya adalah:
Proposal dikumpulkan paling lambat Rabu, 1 Februari 2012, untuk dibuat jadwal sempro karena jurusan akan mengurus sertijab.
Aku langsung kirim ke KMBKR08 info yang aku dapat. Group FB dan twitter langsung ramai. Para mahasiswa angkatan 2008 itu langsung stress. Gimana ga stres? Kami dituntut untuk menyelesaikan proposal penelitian dalam 5 hari!
Kejutan malam-malam ini membentuk 3 tipe mahasiswa:
  1. Mahasiswa yang langsung cari jurnal dan semangat kerjain proposal
  2. Mahasiswa yang masih bingung mau sempro semester ini atau ga
  3. Mahasiswa yang sudah memutuskan untuk memperpanjang masa kuliahnya

Aku yang mana hayooo? Yang kedua!
Yup. Aku dilema mau ikut menyerahkan proposalku tanggal 1 (baca: besok!) seperti teman-temanku yang lain atau next semester aja. Tentunya dengan beberapa pertimbangan (yang ga terlalu penting menurut orang-orang):
  1. Aku masih harus mengulang mata kuliah Penelitian Pendidikan dan Konseling a.k.a Metodologi Penelitian a.k.a MetLit. Ga nyaman buatku kalau harus skripsi, tapi masih ada mata kuliah yang harus diambil. Ga fokus.
  2. Dalam rencana 2012 yang telah direvisi, memang ada penyusunan skripsi, tapi ga ada rencana lulus tahun ini. Bukan berarti aku ga mau ya... Tapi aku lebih memprioritaskan untuk backpacking. Yes, target tahun ini berfokus pada travels and adventures.
Kedua alasan itu tentunya membuahkan konsekuensi yang harus aku jalani: Menambah masa kuliah. Kalau menambah waktu kuliah, otomatis bayaran yang dikeluarkan tambah besar. Kalau seperti itu, mau ga mau aku harus mencari pemasukan tambahan, karena deep down inside my heart, aku janji tahun 2012 bisa semi-bebas secara finansial dari orangtua.
Amin ;)

So, doakan aku ya!


Correct me if I'm wrong,
Mediatami

Wednesday, January 25, 2012

Penyemangat Mahasiswa Tahun Terakhir

Angkatan lulus itu ga kenal angkatan masuk.
Teman wisuda itu blm tentu teman seangkatan.
Lulus cepat bukan jaminan sukses.
IP 3 koma bukan berarti cerdas.
Lulus sempro duluan bukan berarti lulus lebih dulu.
Intinya adalah:
Gunakan masa kuliah sebagai masa pengolahan diri sebelum turun beneran ke dunia kerja. Jangan sampai sarjana dianggap bahan mentah dan ijazah hanya sebagai simbol kesuksesan.

Mahasiswi yang prihatin,
M

Bahagia Itu Sederhana

Quote from Jed Revolutia's blog.
"There will come a day, where you'll trade the excitement of having sex with a lot of people with the comfort of living with 1 person. The lovely feeling of coming home, is the kind of peace you can get without having to go through war. Bahagia itu sederhana."

-Mediatami

She's Hot, If You're Not Admit It

Punya sosok yang kamu kagumi, baik secara fisik maupun sikap, mostly by physical-thingy? Wajar kok. Memujinya di hadapan orang lain pun wajar. Kalau memujinya ketika ada pasangan? :)
Aku akan menjelaskannya dari sisi perempuan. Ketika pasangan mengagumi sosok perempuan lain, baik salah satu relasi maupun selebritis, aku masih bisa bersikap biasa. Ketika pasangan memuji secara lisan tentang orang itu, aku masih bisa memaklumi, karena aku pun seperti itu. Bagiku ga masalah kalau pasanganku mengatakan:
"Agnes Monica cantik banget... Smart juga. Sexy. Badannya bagus kebentuk karena sering olahraga."
Aku pun sering bilang:
"Choi Siwon ganteng banget!" 
Lagipula, aku juga mengakui bahwa Agnes Monica cantik, smart, dan sexy. Walaupun begitu, ketika membahas tentang kelebihan perempuan lain, aku lebih senang kalau pasanganku hanya membahasnya dengan teman laki-lakinya. Kurang nyaman bagiku mendengar pasanganku memuji perempuan lain dengan semangat. Siapa sih yang nyaman? Sebenarnya ke-kurang nyaman-an ini aku rasa kalau lagi kumpul bersama teman laki-lakiku dan aku perempuan sendiri (atau berdua) di sana. Aneh menyimak perbincangan orang-orang tentang kaumku yang berbau sexual. Aku jadi ingin teriak:
"Oi! Gue cewek, woiii!!!"
Kembali lagi bahas tentang pasangan. Masalahku adalah bila pasangan memujinya kelewat batas. Contoh kasusnya: Seorang laki-laki pergi dengan pasangan dan teman laki-lakinya. Ketika melihat ad sebuah minuman isotonik dengan bintang iklan girlband yang bermain di pantai, dia berbincang dengan temannya, memuji para bintang iklan itu. Laki-laki itu tiba-tiba mengatakan:
"Bikin gue nafsu ngeliatnya!"
What the...?! Menurutku komentar seperti itu udah kelewatan untuk dikatakan, khususnya ketika ada pasangannya. Man, let me tell you something:
Woman only admits that other woman is hot, if you're not admit it. 
IMVHO,
Mediatami

Friday, January 20, 2012

Galauku

PPL sudah beres.
Aku hanya butuh kurang dari 12 jam lagi untuk tahu nilaiku semester kemarin.
Setelah itu, tantangan yang lebih besar harus aku lewati.
Skripsi.

Monday, January 09, 2012

My Wish...

Dari dulu, ada satu harapan, impian, keinginan, atau apapun itu namanya, yang sangat aku nantikan untuk jadi nyata. Hal ini semakin kuat ketika aku dalam keadaan negatif ata kalau kata anak muda sekarang, galau.
Aku ingin ketika aku lelah...
Ketika aku butuh sandaran...
Ketika aku butuh tempat berpijak...
Ketika aku butuh arahan...
Ketika aku butuh pendengar...
Ketika aku butuh pengingat...
Ketika aku butuh dipercaya...
Ketika aku butuh diperhatikan...
Ketika aku butuh dimengerti...
Ketika aku butuh kehangatan...
Ketika aku butuh kenyamanan...
Ketika aku butuh keamanan...
Ketika aku butuh istirahat...
Ada seseorang yang memelukku erat dan mengatakan...
"You're home, dear."
Serius. Kalau ada laki-laki yang mengatakan hal itu dengan sungguh-sungguh, I'll be true to him.

Tamparan Lain Untuk Pencinta

Dear Lover...
"Jangan sekali-sekali kamu ngajak bubar atau merekomendasikan bubar ke pacar kamu kalau dalam hatimu masih ada keyakinan terhadap dia sekecil apa pun ya." -Ryzky Tiara Putra 
Spread the love!

Saturday, January 07, 2012

SMS Tamparan di Malam Hari

Seorang teman mengirimkan SMS ini padaku kemarin malam:
Untuk kamu, jiwa baik yang menyiksa dirinya sendiri dengan mencemburui masa lalu kekasihmu, dengarlah ini.
Tidak mungkin orang bisa hidup tanpa mencintai, maka akan sulit bagimu memukan orang yang belum pernah mencintai sebelum ia jatuh hati dan mencintaimu.
SMS yang dia kirimkan, aku dedikasikan untuk kekasihku, yang masa lalunya sempat membuatku cemburu, yang masa kininya pernah membuatku curiga, dan yang aku harap akan membuatku tetap bahagia di masa depannya.

Happy new year.
Loving your life. Living your love.
~M