Tuesday, April 27, 2010

Soulvibe's Bogor promo radio tour



Sebenarnya hari ini ga niat cabut kuliah. Tapi, karena keasikan makan mie goreng kriting akhirnya gw bablas juga. :p Berhubung BT di rumah, iseng-iseng gw online. Ternyata ada info seru yang gw dapat dari tweet @ramadhanhandysv :) Hari ini Soulvibe promo di radio-radio Bogor! Woohoo...!!!

Setelah beberapa kali tweeting sama Rio, Handy, dan Frans, akhirnya hari ini gw berhasil ketemu SOULVIBE! :D Tadinya gw mau sendiri ke Lesmana (radio ke-3 yang mereka datangi setelah Kisi dan Pro 2, sebelum Elpas). Tapi ternyata Tari dan Listi bisa nemenin.

Seneng deh sama mereka (juga sama mas Dali dan mba Ayu) yang ramah-ramah. Ga salah gw jadi fan
mereka. Di sana mereka akustikan nyanyi Dan Bila dan Antartika. Sebelum mereka lanjut promo, sempet foto-foto dulu. Sayangnya personel mereka ga lengkap. Bayu lagi sakit mata. Get well soon, Bayu. :)



-M

Wednesday, April 21, 2010

It Means

Thinking of you means “I miss you”

Holding your hand means “I like you”

Squeezing it means “I want to kiss you”

Putting my head on your shoulder means “Comfort me”

My hands on your waist means “Never let me go”

Biting my lip means “I’m jealous”

Staring into your eyes means “Do you love me?”

Winking means “I adore you"

Dreaming of you often means “You’re someone special”

Being with you often means “I can’t live without you”

And wearing your ring means “You’re mine”

Adopted from mediautami.tumblr.com

Xoxo,

M

Sunday, April 18, 2010

Mendengarkan Cinta

Hal-hal yang pingin kita omongin, atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. Walhasil, seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete, nggak disayang, nggak dihargai.

Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena
takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you". Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener", "hati-hati di jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan". Tapi, sebenernya, itu cuma opsi-opsilain dari perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau kamu terluka".

So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting,tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.

Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapor atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.

Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapet kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya.

"Kamu gimana sih, Papa jadi
khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.

Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara. Hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan
senyuman, dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.

Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti
bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.

Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.

Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.

Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting;
kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.

Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak
ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.

Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun
diri kita yang sekarang.

[repost from simpleluver.blogdrive.com]

Correct if I'm wrong,
~M