Thursday, June 18, 2009

Kereta Ekonomi Malam Ini

Pertama kalinya aku menikmati perjalanan menggunakan kereta ekonomi! Hahaha. Sempet sedikit sedih karena beda 1 menit dari keberangkatan ekonAC ke Bogor dari Manggarai, tapi setelah menunggu di stasiun selama setengah jam-an, aku bersyukur karena ga naik kereta ekonAC itu.

Tadi aku naik kereta ekonomi jam 7 malem. Jam 7 lebih dikit deh... Awalnya deg"an dan panik. Takut aja keretanya penuh sesak dan gelap. Masalahnya, kondisi fisik dan pikiran lagi ga terlalu baik dalam sikon seperti itu. Bisa bahaya tuh kalo kejadian... Untungnya waktu kereta datang aku dapat gerbong yang bisa dibilang ga terlalu penuh dan ga ada yang ngerokok, ga gelap pula. :)

Selang 2 stasiun, ada cukup banyak penumpang yang naik. Beberapa diantara mereka mau pindah ke gerbong sebelah yang kalo mau ke sana harus lewat aku. Ada satu orang yang aku liat sepertinya mau pindah juga. Karena dia bergerak di depan aku, otomatis aku ngeliat ke arah dia. Pas dia ngeliat balik, dia malah berhenti di sebelah aku, ga jadi pindah ke gerbong sebelah. Setelah aku pikir", ternyata orang itu lucu juga. Hehehe. Saat itu aku sangat berharap kereta mogok.

Sayang seribu sayang... Makhluk itu hanya berada di kereta untuk melewati 2 stasiun saja denganku. Huuaaa... Mr Earphoneku pergi...

Dia turun, ada bapak" yang ngajak ngobrol. Berhubung cukup asik, aku ladenin aja. Kami ngebahas tentang kuliah, BK, buku, bla bla bla...

Beliau: 'kalo jadi mahasiswa, harus jadi aktivis juga! Jangan cuma diem aja.'

Dari situ nyerempet juga tentang agama. Katanya sih waktu beliau kuliah dulu, beliau ikut HMI.

Beliau: 'kamu solatnya masih jarang atau gimana?'.
Aku: 'masih jarang sih, pak... Sering kebablasan dan males.'.
Beliau: 'bahaya itu... Harus ada yang mengingatkan untuk solat.'

Entah kenapa, ketika beliau bilang kaya gitu, otak aku langsung berasosiasi dengan satu nama. Hehehe. Kalimat yang kemudian keluar dari mulutku adalah...

Aku: 'Alhamdulillah udah ada yang ingetin qo, pak...'
Beliau: 'Siapa? Your boyfriend?'
Aku: (senyum malaikat)
Beliau: 'Iya?'
Aku: 'Bisa dibilang seperti itu...'

Hahaha... Maaf, maaf... Ga ada maksud untuk seperti itu sebenernya. I tried to make it short aja... Ternyata malah dibahas lagi sama beliau.

Beliau: 'Wah, bagus itu... Sekarang ini sulit menemukan dan mendapat cowok seperti itu. Yang bisa dan rajin mengingatkan kita untuk solat. Mereka itu langka. Kamu harus menjaganya. Dia itu baik. Harus kamu jaga untuk masa depan kamu.'

Kebayang dong suasana dalam hati aku gimana??? NGAKAK! Apalagi bapak" itu tanya cowok itu kuliah dimana? Angkatan berapa? Jurusan apa? Hihii... Senyam senyum setan aja aku! :D

Bapak" itu sempet bilang: Pas itu jaraknya... 3 tahun.

Huakakakkk... Seandainya gw naik pakuan express dan kosong, gw kayanya lari" dari satu gerbong ke gerbong yang lain.

Pas beliau mau turun, beliau bersedia meminjamkan koleksi buku"nya. Dia sih minta nomor HP, tapi aku kasihnya email: blacklisters@live.com
Emailnya beliau save di HPnya dengan nama: ICHA. Hahaha... ~M

Thursday, June 11, 2009

Pagi Untukku

Aku ga menganggap pagi adalah hal spesial. Buatku, semua pagi sama. Ga ada yang beda. Bahkan, aku cenderung ga menyukai pagi, karena pagi bukanlah awal dari hariku. Hariku yang sesungguhnya dimulai malam sebelumnya, ketika aku bersiap untuk mengistirahatkan ragaku untuk sementara.

Tapi itu dulu.

Sebelum aku menemukan pagi yang benar-benar bisa aku anggap PAGI.
Pagi yang bisa menjadi permulaan dari hidupku di hari itu.
Pagi yang selalu kutunggu di setiap malamku.
Pagi yang dapat membuka mataku ketika aku harus bercengkerama dengan Sang Pencipta.
Pagi yang membuatku semangat untuk menjalani hariku.
Pagi yang bisa menenanganku dengan belai lembut anginnya.
Pagi yang mampu menyegarkanku dengan embunnya.
Pagi yang menghangatkanku bila ditemani sang surya.
Pagi yang membuatku nyaman bila didampingi rintik hujan.

Pagiku...
Yang baru aku sadari betapa penting dirinya.
Betapa berharga dia untukku.
Betapa spesial dia dalam hidupku.

Pagiku...
Dengan segala keangkuhan yang membuatku ga berkutik.
Dengan wibawa yang membuatku kehilangan kendali atas pikiranku.
Dengan pesona yang membuatku teradiksi akan hadirnya.

Pagiku...
Yang saat ini sedang aku tunggu kedatangannya.
Yang sering aku rindukan cahayanya.
Yang selalu aku harapkan membawa kejutan cerita indah untuk malamku.

Aku cinta PAGI! :) ~M